Arafah, Ibumu Dan Rumah Surgamu

Bunga rindu ibumu, oh padamu, Arafah.
Kamu merindu pula belaian lembut tangan ibumu, oh Arafah.
Pelukan hangat berjumpa, melunturkan rindu yang membeku.
Oh, kenanganmu masih aku simpan erat dalam kerelaan kalbu.


Ibu dan rumah adalah perpaduan yang indah cerah, tak terpisah.
Kerinduanmu pada rumah, terbayang wajah ibu tersenyum cerah.
Oh, Arafah, rumahmu memang surgamu.
Oh, Arafah, pahamkah sekelumit surga di telapak kaki ibu?

Aku bukan pecinta ibu sebaik dirimu setiap berkaca padamu.
Kata ibu selalu menjadi curahanmu di setiap pentas aksi.
Walau di tengah pancaran kamera dan gangguan manusia, sepenggal katamu hadirkan spesial ibu.
Waktu terus berputar, semoga tidak membuatmu ingkar: ibumu pecinta sejati.

Aku pemerhatimu yang kini di rumah bayanganmu.
Aku terbayang, dirimu menghuni di rumah surgaku.
Gejolak pertanyaan akan menjadi desakan yang tak tenang.
Di manapun hunian, cintamu pada ibu tak semudah berpaling.

Aku biarkan pikiranku mengalir, menjejaki masa depan.
Malam menjadi saksi diriku yang menjadi anak yang kurang berbakti.
Sekali lagi aku berkaca pada dirimu, oh anak gadis kesayangan.
Aku berharap sajakku hanya bermain ilusi.

Aku lihat di segala sudut rumah.
Pintu terbelah dua, jendela berkaca, lantai menjadi alas, dan tembok menyatukan keluarga.
Rumahku memang surgaku walau terkadang jenuh.
Aku seperti jenuh menjadi hidupku yang tak ceria suara, sediam penjual pulsa.

Sajak ini menjadi teman air mata.
Terpanggil sedikit air mataku di setiap kata berselimut kisahmu.
Bukan berirama sedih, oh, dadaku saja yang tak berdaya.
Aku mencintai baktimu pada ibu hanya menjadi cerita bisu.

Oh, Arafah, rumah memang surgaku dan surgamu.
Masing-masing memiliki surga, tidak perlu dipersatukan.
Biarlah air mengalir bercabang-cabang aliran.
Kita hanya perlu penyatuan penghayatan: rumah surga ada di telapak kaki ibu.

Aku tulis sajak ini untuk penghargaan baktimu pada ibu.
Biarlah tanpa suara, menjadi saksi bahwa bakti tanpa perlu umbar suara.
Cinta sejati ibu biarlah menjadikanmu ibu untuk anak-anakmu.
Biarlah waktu menjawab, kamulah pecinta sejati di rumah surga.

cinta segitiga

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya

0 Response to "Arafah, Ibumu Dan Rumah Surgamu"

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel di blog saya, silahkan tinggalkan komentar