Kata Dan Bayangan Cahaya Arafah

cinta segitiga
Kenangan suaramu, cahaya Arafah, terngiang.
Nyaring masuk bersama bambu seruling.
Walaupun suaramu senyaring seruling, tetapi hatiku maling.
Maafkan aku, Arafah, aku mencuri 999 kata kehidupanmu.


Arafah, cahaya indah ada di wajahmu.
Karena lampu kamera telah berhasil menampakkan dirimu.
Ah, walaupun bayangan hitammu biasa.
Aku harap, hidupmu tidak perlu dalam pujian lampu kamera.

Oh cahaya Arafah, aku tidak sedang berbunga asmara.
Namun sering kata puitis dibebastafsirkan mengada-ada.
Aku tahu hidupku penuh kata-kata hidupmu.
Ijinkan aku bersama kata-kata hidupmu, berlayar mengalir dalam pikiran dan perasaanku.

Malam pun tiba, oh cahaya Arafah.
Adzan Mahrib tak sepusing iklan obat sakit kepala.
Aku heran dengan dunia yang aku injak.
Apakah aku masih dalam jalur Sang Maha Bijak?

Aku tak mau menjadi obat sakit kepala.
Aku diam memendam atas 999 kata hidupmu, bergejolak mendesah suara.
Bukan tanpa alasan aku bisu.
Aku tak bisa membayar hutang atas 999 pencurian kata hidupmu.

Aku hanya menulis kata, entah apa aku berkata-kata.
Aku paham, sekarang kamu dalam gelengan kepala.
Tetapi pasti, kehidupan ini kepastian.
Yang tidak pasti adalah, bayanganmu menjadi dirimu.

Oh cahaya Arafah, aku bohong tidak bisa hidup tanpa kata-kata hidupmu.
Walaupun perasaan ini mendidih, bila aku tak bernafas kata.
Aku tidak bermaksud bahwa dirimu adalah pilihan bayangan hitamku.
Tetapi bayangan hitammu mengusik hidupku: mengapa aku ingin membuatnya nyata?



cinta segitiga

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya