Ketika Cinta Untuk Arafah Rianti Semudah Berkata

cinta segitiga
Kamu hadir berbeda, sempat aku menutup mata dan telinga.
Aku yakini, kamu terbaik di hari nanti.
Benar, kamu memang layak istimewa.
Aku jatuh cinta pada pentasmu, bersarang di hati.


Aku bagai orang kurang pikiran.
Hanya kamu, kutuliskan kisah-kisah, entah, tidak mau terpisah.
Hari ini bersajak, menggoreskan sedikit kenangan.
Bukan tanpa makna, hidup memang butuh nafkah.

Arafah, si mungil dari ujung Bojong.
Tak tahu denah lokasi, hanya mengikuti kata sesumbarmu.
Tetapi pasti, aku terkurung kerinduan panjang.
Bukan tanpa alasan, nafkahku memang dijalurmu.

Arafah, si mungil yang aku panggil dengan suara hati.
Aku terus dikuasai tanpa henti, pikiran, perasaan sampai penulisan.
Padahal, siapa sih kamu? Aku bertanya berkali-kali.
Aku tak bisa melepasmu dari sekat-sekat kecintaan.

Cinta? Apakah aku mencintaimu, oh adik mungilku?
Aku mencintai ibumu dan ibuku karena pengorbanan keibuan.
Semudah berkata untuk ibu, cinta untukmu.
Lidah tak bertulang, tulisan bahkan tak berlidah, dimanakah jaminan kebenaran?

Cinta adalah kebaikan.
Apakah kamu memahami sekelumit kebaikan?
Tidak lagi berlelah-payah memikirkan bagaimana hakekat kebaikan.
Cinta adalah ekspresi hati nuranimu yang bisa jadi terabaikan.

Mungkin pertanyaan menggunung menyerang dirimu.
Percayalah, tidak ada istimewa seputar cintaku untukmu.
Keistimewaan cinta adalah ketika antar hati berbicara “Ya”.
Kita belum ada “iya”, dan mungkin tidak akan terjadi “Ya”.

Pelajaran apa yang kamu dapatkan?
Cinta bukan lagi sebuah tuntutan.
Cinta bukan lagi sebuah kebencian.
Cinta bukan lagi sebuah sakit perasaan.

Biarkan aku bebas berekspresi perasaan.
Aku biarkan kamu bebas berekspresi perasaan.
Sampai sajak ini tidak teratur arah, berganti judul mengikuti arah.
Namun kita perlu pahami, cinta berjalan sesuai fakta yang terarah.

Aku dan kamu berjauhan keadaan.
Jangan biarkan kamu mendekatiku dengan segala keadaan.
Biarkan aku menjauhimu dengan segala keadaan.
Karena aku percaya, Tuhan tidak terpaksa dan tidak bisa dipaksakan menentukan keadaan.




cinta segitiga

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya