Afi Nihaya Faradisa Dan Arafah Rianti Dalam Afirafah

Aku kenalin nih, Arafah, Afi Nihaya Faradisa. Siapa tuh? Ah, masak elu gak kenal sih? Elu kan brand ambasador Rabbani? Nah, waktu itu kan Rabbani ngadain acara lomba menulis cerpen untuk kalangan remaja yang masih di bawah SMA? Ingatkan Fah? Gua bor nih otak elu kalau gak ingat. Syukur kalau ingat. Afi Nihaya adalah juri buat lomba itu. Elu sendiri pasang gambar keterangan yang ada foto Afi di situ, di IG elu? Keren kan, Afi? Elu sih keren gak, Fah? “Gua mah, pasrah, Kak”. Hahai, makanya jangan melet melulu. Dikit-dikit melet, ampe lagi enak-enak dengerin elu nyanyi, eh elu ngadirin lidah melet, hadeeh. Lucu sih, hiks.


Maka dari itu, gua sebut kolaborasi ini dengan sebutan “Afirafah”. Hm, berkat elu, gua tahu kalau Afi adalah juri cerpen yang pernah diadakan Rabbani. Gua salut ama Afi. Sepertinya, dia idola baruku, Fah. Elu jangan iri ya? Udah, elu udah gua puas-puasin, promosiin, tulisin, ampe gua ledekin sendiri muka elu pakai desain vektor bahkan gua masukkin elu ke dalam gambar kardus. Pengen ketawa tapi gak tega. Tragis, tapi lucu sih desain gambarnya, cuma agak sotoy dikit. Jadi, gak apa-apa ya gua punya idola baru? Gua mau spesialin dia pakai bangun blog spesial Afi Nihaya Faradisa, cek aja di afinihayafaradisaq.blogspot.com. Setuju kan, dek? Tapi gak tahu sih, berhasil atau gak. Gak tega ninggalin elu, Fah.

Sory, blog buat elu sih bekasan blog gua yang dulu, hahai. Tapi elu tetap spesial dong walau gak ada nama elu di url blog, karena inti elu adalah inspirasi menulis lucu, luccu, luccccchu! Ampe muncrat. Nikmat mana lagi yang perlu elu abaikan? Gak ada kan? Elu sudah populer dong, banyak uang dong. Tapi sayang, gua gak kebagian dong. Kebagian iri doang. Gua yang berjuang, cowok lain yang mentereng di IG elu, haha.... acara modus keluar.

Udah kenal belum mukanya? Nih aku tunjukkin pose foto yang sepertinya mirip elu, Fah.


Cantik kan?

Gua juga mau masukkin Afi Nihaya Faradisa ke dalam cerita novel gua, Dek. Ia bagian dari cerita novel “Cinta Segitiga”. Ya, jadi peran utama gitu. Setuju kan? Tapi tetap, elu yang jadi pioner, spion ampe lampu neon segala. Gimana lagi, stok gambar cuma elu doang, hahai. Mau ganti orang lain, tangan bisa tepar copas gambar sana-sini dan harus belajar detail muka lagi. Kalau elu, gua udah hapal detail mukanya terutama kalau elu lagi melet. Menjadikan Afi peran utama juga dianggap tepat sebagai pendamping elu yang anak kuliahan yang kurang bangku pendidikan. Tapi gak tahu ya, gimana gitu aplikatif digital thinking-nya antara elu ama afi. Belum tentu kan ada asosiasi hati yang serasi?

Gua nulis novel Cinta Segitiga bukan gua selingkuh dari elu ke Afi Nihaya Faradisa ya atau love-lovean gimana lah. Gua kan tetep kakak imajiner elu, kok ada selingkuh? Paling minta ijin, hehe. Tapi novel itu adalah menggambarkan hubungan dengan Tuhan, antar manusia dan alam. Jadi Afi Nihaya Faradisa dianggap tepat sebagai sosok yang hadir untuk hubungan antar manusia. Kalau elu, sosok yang hadir buat apaan ya? Hihi... Jadi gak enak jawabnya. Tapi, for you, gak ada duanya, paling satuan. Masak elu ada dua sih? Tapi dipikir-pikir, elu pantas menjalin hubungan dengan alam. Elu kan orangnya ramah tamah dan ramah lingkungan waktu ngobrol ama Rey Vlog. Cocok banget deh. Aku bagian ketuhanan. Ya, gua sebagai pendamping elu dan afi menuju jalan Tuhan. Cieh, soleh bener nih gua, berasa menjadi pembimbing artis dan selebritis yang sah.

Oh ya gua belum tanya ama elu. Elu udah tahu belum kasus Afi yang terkenal gara-gara tulisan “Warisan” dan sekarang dituduh plagiat? Ah, elu sepertinya orang kuper ya kalau ampe gak tahu. Ini kan lagi rameh-ramehnya ampe pada termeheh-meheh bahkan mengoceh-ceh. Tahu gak, Fah? Gua gak tega ama Afi. Ampe gua nulis pembelaan seperti ini.

TEBAKAN LOGIS MANTICS, AFI VS MITA:

Ketika akun Mita Handayani tumbang atau nonaktif, beberapa detik akun adik Afi Nihaya Faradisa dihidupkan lg olehnya. Ada bukti bahwa Mita adalah penulis "Agama Kasih" dan Afi yang diduga sebagai plagiat tulisan Mita. Pertanyaanya, "Apakah Afi sebodoh itu mengakui tulisan orang lain yg sudah diketahui banyak orang?" Pertanyaan seperti ini yang lalai dalam mengkaji kebenaran sebuah kasus, objek. Afi sudah terlanjur dicap pengambil karya orang lain mengingat ada bukti kuat. Tapi bukti kuat masih di posisi Mita, belum di sisi Afi. Sekali lagi, "Apakah logis ditengah keramaian, afi memplagiat, mengaku2 tulisan yg sudah dibaca banyak orang?" Kebenaran bukan ada di hak kita tetapi ada di afi sendiri. Sebagai pegiat logis mantics, kebenaran Mita masih diragukan sebelum ada pernyatan logis dari Afi. Salam mikir.
AFI NIHAYA FARADISA MENGHILANG LAGI, 100% PERCAYA:

Kamu butuh istirahat, Fi. Dg pikiran yang terpaksa tidak masuk akal, aku mempercayaimu 100%. Mengapa? Karena aku tidak tahu "rahasia hatimu" kecuali sudah kamu buka. Mengapa juga? Pengalaman menjadi "Juri Rabbani" bukan perkara gampang, Fi. Kamu jadi juri Rabbani bagaimana asal mulanya? Keberhasilan "Karya". Aku pengen teriak, "Memangnya gampang mengaku-ngaku tulisan orang?" Dengan begini aku percaya pada kamu 100% bukan pada Mita. Kamu punya guru, buku, bukan mustahil bisa menulis bagus diusia 13. Dan kamu menulis sendiri tentang "Bagaimana bisa umur 13 tahun bisa nulis bagus". Aku percaya kamu 100% bukan pada Mita yang tidak jelas. Mengapa? Sudah terkenal, tapi dg mudah mengaku karya orang lain? Mustahil. Bila betul dg mudah, dg berat hati aku katakan, "KAMU BODOH". Maaf, Fi. Aku berkata begini padamu agar kamu dan aku selalu mengurangi kebodohan dg selalu berpikir. Aku, pendamping setia inspirasimu.
TEKA-TEKI AFI NIHAYA FARADISA, ADA APA TANYA MITA?:

Akun Mita masih non aktif. Apakah tumbang mengingat akun gak jelas? Yang jelas Mita yang mengklaim membuat tulisan "Agama Kasih". Tapi yang menjadi aneh justru Afi Nihaya Faradisa bertanya, "Mita? Minta konfirmasi saja ke mita," waktu ditanya wartawan soal plagiasi dari Mita. Pertanyaan tersebut secara psikis menunjukan keterkejutan sekaligus "TANTANGAN" yang cenderung berani. Dari sini ada beberapa pemecahan teka-teki soal Afi. PERTAMA, kalau Afi melakukan copypaste, tidak berasal dari mita walaupun tahu akun mita. Artinya, secara dugaan prematur, Afi tidak mengenal Mita sbg penulis 'Agama Kasih'. Bisa dicek lewat pengakuan Afi sendiri. KEDUA, sesuai dugaan prematur, ada orang yang ingin karya tulisnya dibaca lewat perantara Afi walaupun orang tersebut mengaku-ngaku karya orang lain. Tapi tidak masuk akal untuk hal ini. KETIGA, pengakuan Afi bahwa "agama kasih" benar2 kekeh karya dirinya hal yg bisa diterima untuk sementara. Karena kalau tidak diterima, Afi memiliki kelainan kejiwaan soal tulisan. Kelainan jiwa Afi bukan akibat serangan bertubi2 padanya tetapi kejiwaan bawaan yakni "mudah mengaku-akui". Tapi apakah Afi punya kelainan jiwa? Liat tv, Afi nampak terbuka, biasa dan cenderung rame. Belum lagi karya tulis Afi penuh pengutipan plus juri Rabbani. Jadi bagaimana atas teka-teki ini?
AFI NIHAYA FARADISA, 13 TAHUN MENGAGUMKAN:

Banyak orang yang meragukan kualitas Afi ketika berusia 13 tahun, "Itu tulisan copas?" Sampai membuat judul "Bagaimana Bisa Usia 13 Tahun Bisa Menulis Diary Dg Bagus?" Karena banyak baca, jawaban Afi mengagumkan dg bermuatan pengalaman seseorang yang persis dirinya. Apakah tulisan yg dimaksud ditulis ketika berumur 13? Bisa jadi. Jadi kalau sekedar tulisan "Agama Kasih" yang ternyata cuma tempelan hadis dan kalimat dari kitab2, apa susahnya dibuat? Apalagi ada guru yang mendampingi. Kalau benar Afi sudah mengagumkan, apa yang terjadi pada Afi adalah "Kepekaan Pikiran" sehingga mampu menangkap hal detail menjadi pembahasan yang series dan fokes. Mudah mendapatkan inspirasi apa yang dialami Afi. Hal ini didukung dg jarang bermain dan menjadi kutu buku.
BELUM TAHU AFI NIHAYA FARADISA SEBENARNYA, TERMASUK:

Orang pada tahunya Afi memplagiasi tulisan orang lain. Tapi "Dasar" dari sebuah tindakan belum ada yang tahu. Apa yang disebut "Ya, Aku Copy Paste" pun masih diragukan, apa yang dicopi? Klarifikasi Afi masih ada yang disembunyikan. Ada makna, "Lebih baik disalahkan" karena pembenaran pun tidak ada gunanya. Toh, kalaupun Afi tidak memplagiasi, tidak ada bukti yang menguatkan. Klarifikasi lebih kepada "Ditafsirkan". Menariknya, Afi membubuhi dg kalimat bahwa apa yang ditulis adalah upaya dirinya. Tapi, bukti sudah ada di orang lain. Kalaupun Afi memplagiat, ia sudah mengakui walaupun belum menjelaskan kronologi. Secara kajian mantikiyah, si pencari kebenaran gagal menemukanya. Dan Afi, tidak mau menunjukan kalau dirinya benar. Lebih baik ngaku salah dan ngaku pun disalahkan.
IDIEALIS AFI NIHAYA FARADISA, 500 LEMBAR BUKU HARIAN:

Kalau Mita beranggapan bahwa Afi sekarang2 ini dilawan karena menulis agama, itu salah. Aku yang sudah tahu tulisan Afi, hanya menelan ludah tanpa ludah. Afi sudah mendapat perlawanan tentang menulis agama moderat yakni di akun pertama Afi yang sudah Take Down. Di sini Afi menceritakan tepat tanggal 14 Mei 2016. Menariknya dari cerita 200 kata ini, Afi menyatakan pernah menulis 500 lembar jurnal harian bahkan disertai 1 buku penuh puisi. Luarbiasanya, mencapai target tulisan seperti itu ketika kelas 8 SMP (kelas 2 SMP). Ia ingin menulis untuk dirinya alias idealis, katanya. Percaya atau tidak, bukan keharusan. Tapi lihatlah pengakuan (pernah jadi juri menulis dari Rabbani)

Agak seriusan nih tulisannya.

Ya udah lah, elu sibuk syuting aja. Gua seneng liat elu kembali di TV setelah berbulan-bulan gua dirundung mata mendung gak lihat elu lagi, kelilipan bulu mata sendiri, hiks. Gua seneng, elu lucu kalau bermain ceplas-ceplos spontan. Awas kalau stand up gak lucu! Yang bikin sedih kembali adalah, gimana cerita novelnya nih? Nyambungnya gimana dengan realita elu sekarang? Aduh, gua ampe kepusing-pusing. Gak tahu lah, jadi apa gak novelnya.

Kalau elu mau berteman ama Afi Nihaya Faradisa, silahakan follow IG Afi di sini. Kalau mau ke akun Facebook, bisa lihat di sini

Ya sudah lah, lapar nih perut, minta es serut. Met berbuka aja ya... Moga elu dan Afi Nihaya Faradisa bisa akur dalam novel.

Dapatkan Langganan Seputar Cerita Arafah Rianti Dan Karya Tulis Lainnya

0 Response to "Afi Nihaya Faradisa Dan Arafah Rianti Dalam Afirafah"

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca artikel di blog saya, silahkan tinggalkan komentar