Cerita Kado Ultah Novel Arafah Di 2 September 2017


Apa sih makna dibalik kado ultah novel yang sudah aku berikan untuk Arafah? Sebenarnya, bukan murni untuk Arafah tetap untuk para pembaca semua. Namun hal spesial pemberian adalah untuk Arafah sebagai kado ultah untuknya. Membuat novel pun aku persembahkan untuk Arafah.

Kira-kira, apa sih makna dibalik pemberian kado ultah novel untuk Arafah? Kok aku bela-belain memperjuangkan membuat dan memberi novel untuk Arafah? Apakah karena aku mencintainya? Ha ha ha... kalau urusan cinta mah, memang cinta, cinta layaknya cinta ke orang tua, adik, kakak (aku mandangnya begitu). Tetapi bukan karena itu hal utamanya.


Arafah harus paham hal ini. Waktu itu, aku meminta izin pada Arafah lewat Line agar novel yang mencatut nama “Arafah” bisa untuk dijual-belikan. Penjelasanku panjang sampai membahas memberi testimoni dan lainnya yang terkesan “angker” (maklum, proyek bisnis). Entah karena tidak paham atau memang tidak dibolehkan, Arafah cuma berkata, “Makasih. Tapi maaf, aku tidak bisa.” Hah, terlanjur berkata seperti itu, yang entah maksudnya apa, aku mengurungkan niat untuk menjual novel seputar Arafah.

Jadi, aku bela mati-matian membuat novel seputar Arafah, mempersembahkan untuk Arafah, adalah karena ada motif proyek kesuksesan yang secara langsung untuk Arafah sendiri dan tentu untukku juga. Hadir Arafah telah membangkitkanku dalam membuat proyek novel. Itu artinya, aku bisa mendatangkan beberapa keuntungan dengan memanfaatkan kebangkitan semangat ini. Aku berterima kasih Arafah. Maka dari itu, sebagai balas budi pun, aku menspesialkannya dengan membantu proyek kesuksesan Arafah juga walaupun Arafah belum tahu rencananya (belum tahu pasti, apakah mengetahui atau tidak).

Namun sayang, aku tidak tega menjual novel mencatut nama Arafah. Secara hukum, bisa jadi terlarang karena sudah melakukan tindakan yang tidak menyenangkan untuk kebutuhakan keuntungan materil kecuali sudah mendapat ijin. Kesan memanfaatkan Arafah pasti ada bila aku menjual novel. Maka dari itu, aku bilang pada Arafah sebelum arafah membalas lagi.
Aku memutuskan untuk tidak menjual novel "Aku, Arafah Dan Cinta Segitiga". Sebenrnya itu novel persembahanku untukmu, dik. Sebagai ucapan terimakasih, hadirmu telah membuatku berkarya novel. Gak tega kalau dijual

Aku akan berikan gratis saja lewat ebook, blog. Tapi kalau ada yang mau versi cetak kertas, aku akan bantu cetakin yang tidak dipungut keuntungan, semoga.

Aku tahu, mengapa kamu tidak mengizinkan, ihi ihi ihi. Ah, karena kamu belum kenal aku saja, Fah. Padahal separu penjualan, aku mau berikan buatmu, ehem, sepertinya. Bayangkan bila novel laris terjual. Bagaimana tuh?

Ya sudah, aku bagikan gratis saja sebagai kado ultah untuk Arafah. Mungkin tiap tahun aku beri novel saja sebagai kado ultah. Tidak peduli, bosen atau tidak.

Novel kado ultah aku persembahkan untuk Arafah. Kasih kado ultahnya tiap bulan, ha ha.. Namun secara resmi pada tanggal ultah Arafah dengan cara beriklan di Facebook. Aku melakukan ini karena ada hal yang masuk akal, bukan cinta buta. Kehadiran Arafah sangat berarti untuk karir penulis novelku. Rencananya mau membuat novel berjilid-jilid. Sekarang masih 1 jilid. Nah, bila seperti itu, akan ada keuntungan yang lain selain mendapatkan dari penjualan novel. Bisa saja membuka kursus menulis novel.

Lah, terus apa makna memberikan kado ultan novel untuk arafah waktu 2 September 2017? Maknanya adalah, walapun novel aku persembahkan spesial untuk Arafah, tetapi yang membaca novel tetap menarget banyak orang, bukan hanya Arafah. Maka dari itu, novelku aku iklankan ke beberapa media, termasuk lewat Facebook, tepat dimana Arafah ulang tahun. Novel itu sekaligus kado untuk Arafah sebagai rasa terimakasih karena kehadirannya membangkitkanku membuat karya novel dan berniat berjillid-jilid.

Mengapa tidak memberikan kado ultah ke Arafah langsung? Bisa saja aku menginfokan kado ultah untuk Arafah lewat Line agar dia mendownload novel. Tetapi aku menghargai pelayanan Line untuk kepentingan yang diinginkan Arafah. Kalau bukan untuk kepentingan proyek, bisnis dan bekerjasama yang menguntungkan, aku tidak mau menghubungi lewat Line-nya. Aku sudah memberikan informasinya dengan cara berkomentar saja bukan pesan pribadi. Kesannya gak serius ya?

Namun sebenarnya ꟷsemoga tercapaiꟷ, aku ingin memberinya versi cetak kertas. Masak suruh mendownload? Maka dari itu, aku belum ada niatan untuk serius memberikan kadu ultah langsung ke arafah. Ketika novel sudah berjild-jilid dan Arafah mengijinkan untuk dihadiahi novel, aku akan memberi kado ultah langsung berupa buku novel versi cetak buku. Sekarang, 1 buku saja belum layak cetak, haha...