Artis Indonesia Cantik, Imut Karin Dan Geulis Risma


Kali ini akan membahas artis indonesia cantik keluaran SUCA terbaru yakni di SUCA 3 dengan kabar berita yang hanya berfokus pada si cilik imut Karin Putri Lestari dan si Geulis Neneng Risma Wulandari. Tidak ada gosip, melainkan pembahasan berita beropini dari aku sendiri.

Sebelumnya, aku sudah membahas mengenai peserta SUCA 3 pilihan arafah rianti. Pada awalnya aku hanya berharap bahwa di SUCA 3 ada peserta yang bisa berdampingan dengan Arafah Rianti, baik untuk penulisan di blog atau novel. Ternyata, harapanku terpenuhi karena ada dua sosok artis Indonesia cantik terbaru yang ditampilkan Indosiar lewat program acara SUCA 3. Aku hanya memilih dua sosok wanita dari 5 wanita yakni Karin dan Neneng Risma.

Baca juga:
1. Neneng Risma Wulandari
2. Karin Putri Lestari

Kedua artis Indonesia cantik keluaran SUCA 3 tersebut cocok sebagai pendamping Arafah Rianti, baik dalam penulisan novel dan juga blog. Tapi, kalau artis Indonesia yang layak nikah itu adalah sosok yang benar-benar cantik, cocok untuku, he he. Becanda. Ada yang baca tuh. Entar dia cemburu lagi. Cembukur kale.

Karena ada dua sosok artis Indonesia cantik keluaran SUCA yakni si cilik imut Karin dan si geulis Neneng Risma, aku menginginkan bahwa kedua sosok artis itu masuk ke grand final. Tidak mau pilih salah satunya. Lagi pula, penampilan mereka bagus. Tetapi harapanku pupus. Apa boleh buat? Memaksa untuk memilih salah satu daripada tidak ada sama sekali yang masuk grand final. Persaingan memang begitu ketat.

Kondisi Serba Salah Atas 2 Artis Indonesia Cantik SUCA

Aku menginginkan kedua artis Indonesia cantik keluaran SUCA yakni si kecil imut Karin dan Neneng masuk grand final. Pada awalnya, aku menduga bahwa Karin dan Neneng akan lolos ke grand final. Hal ini beralasan bahwa yang dianggap pesaing berat untuk mereka, sekarang sudah pada hilang. Aku tidak menganggap bahwa Weyen dari Papua adalah pesaing berat mereka sebelum babak ke 10 besar. Namun ketika masuk 6 besar, terlihat sekali siapa pesaing berat Karin dan Neneng yakni Weyen dan Bintang. Awalnya yang akan masuk ke grand final adalah Neneng, Karin dan Bintang. Namun karena ada perubahan yang bagus dari Weyen, sepertinya dugaanku salah.

Benar sekali salah. Ketika masuk 4 besar SUCA Indonesia, tampilan Bintang dan Weyen sangat memukau. Sedangkan Karin dan Risma di bawah mereka. Kondisi ini terbukti bahwa Karin dan Neneng berada di posisi yang tidak aman. Kondisi ini membuatku dan kedua artis itu serba salah. Pilih siapa? Kalau mengharapkan Karin, yang akan gantung mic adalah Neneng. Jelas, Karin tidak mau Neneng gantung mic. Ketika memilih Neneng, yang akan gantung mic sudah jelas Karin. Jelas, Neneng tidak mau juga Karin gantung mic.

Aku mengharapkan kedua artis Indonesia cantik keluaran SUCA itu masuk semua ke grand final seperti ketika SUCA 2 yang diisi dua orang cewek. Mereka berdua yakni Karin dan Neneng pun sepertinya ingin masuk grand final berdua.

Apa daya, Risma mengalah demi Karin dan Karin masuk grand final. Mereka saling berpelukan sambil menangis bersama. Eh, Karin yang menangis. Kalau Risma, hanya menitikkan sedikit air mata. Andai saja Risma yang masuk grand final, Karin bisa menangis berhari-hari dan sulit disembuhkan kekecewaannya. Karin pernah berkata yang membuat semua orang menjadi kasihan. Ia berkata, “Yang aku inginkan, asal jangan gantung mic.” Ekpresi wajah anak kecil sambil berkata seperti itu, tentu membuat hati orang dewasa merasa iba. Anak sekecil itu, menangis duka lara akibat gantung mic. Padahal, namanya juga kompetisi. Tetapi kalau yang ngomong seperti itu anak kecil, omongan itu efeknya berbeda dari orang dewasa.

Kerelaan 1 Artis Indonesia Cantik SUCA Neneng Risma Wulandari Menjadi Juara 4

Ya, sebenarnya stampel “Juara 4” sebagai bahasa pemelas saja. Bahasa “Juara 4” untuk Neneng cantik ini pernah dilontarkan oleh host Gilang Dirga sebagai makna menghibur bahwa ia adalah Juara 4. Namun secara aturan teknis lomba, tidak ada yang namanya juara 4. Kalau ada juara 4, mengapa tidak ada juara 5, 6, dan seterusnya? Lah, bakalan ada juara ke 35. Apakah itu lucu? Lucu sekali, wk wk wk. Maka yang masuk ke grand final sebenarnya yang layak disebut juara karena mendapat imbalan hadiah dan berbagai kontrak yang sengaja diberikan oleh pihak penyelenggara.

Namun apapun itu, entah benar atau tidak sebagai juara, buat aku sendiri, si artis Neneng cantik adalah sang Juara 4. Dianggap juara karena sosok peserta yang paling terjepit. Terjepit antara peserta yang sudah gantung mic dengan peserta yang lolos masuk ke grand final. Kalau terjepit seperti itu, sakit tidak tuh? Tanya saja sama “Kami dan Bintang atau Bintangku, Atau Aku dan Bintang”.

Sebagai Juara 4, si artis Neneng cantik sepertinya rela menjadi Juara 4. Terlihat, ia tidak termehek-mehek seperti biasanya ꟷ walaupun setelah di kamar, ia nangis deras melepas. Justru yang menangis adalah Karin imut. Bayangkan kalau yang keluar adalah Karin imut. Bisa jadi yang menangis itu dua orang sekaligus.

Grand Final, Artis Indonesia Cantik Menghadapi 2 Pesaing Temen Si Artis

Seru kali ya bila berkata, “Karin, Si Artis Indonesia Cantik Bersama 2 Temennya.” Sory saja, aku hanya menganggap Karin yang sebagai artis, he he. Yang jadi fans Bintang dan Weyen protes, “Woy, jangan gila kamu! Mereka juga artis.” Waduh, ya udah, aku katakan, “Mereka juga artis, bersama si Artis Karin, ha hai...” Protes lagi, aku tantang, “silahkan buat blog sendiri dah.”

Waktu masih 4 besar, Karin masih dikuatkan dengan sosok artis Indonesia cantik yang satu lagi yakni Neneng. Berharap bisa masuk grand final bareng sebagai penguat semangat, ternyata Karin ditinggal Neneng. Karin berjalan sendiri menghadapi grand final, menghadapi dua cowok yang sudah di atas umur remaja. Karin menghadapi cowok dewasa yang berumur 20 tahun. Sungguh, ini pertarungan yang tidak main-main untuk Karin. Namun, hati-hati juga untuk kedua cowok temen artis yakni Karin. Bisa dibilang Karin, si artis kecil Indonesia ini adalah cabe rawit. Kecil-kecil cabe rawit, walaupun kecil, gigitannya bisa bikin sakit.

Namun tetap Karin adalah Karin, si artis Indonesia cantik yang masih kecil. Bahkan baru memasuki fase remaja. Ketika menghadapi lawan yang sudah dewasa, lebih tua darinya, ada beban mental yang besar di benaknya. Memasuki grand final saja sudah dianggap beban mental, karena masih merebutkan juara 1. Apalagi Karin harus menghadapi pesaing yang sudah banyak pengalaman dan juga dewasa. Seperti yang Kang Mosidik katakan, kurang lebih ia berkata, “Bagaimana kondisi mental anak seumur Karin menghadapi kompetisi. Kita yang dewasa saja merasa ada gangguan mental menghadapi pesaingan.” Apalagi Karin menghadapi grand final, melawan dua orang dewasa, pria lagi. Berkali-kali Karin menangis ketika ada di urutan tidak aman sebagai tanda ada gangguan mental pada diri karin.

Namun Karin yang dianggap artis Indonesia, sudah mengalami beberapa tantangan, baik lomba tari, main teater dan sebagainya. Sebagai artis, Karin sudah memiliki mental artis. Mental artis memang sangat dibutuhkan mengingat pekerjaan artis bisa menabrak-nabrak waktu untuk kegiatan penting lainnya. Belum lagi masalah persaingan antar artis yang dianggap cukup sengit. Namun Karin sepertinya sudah siap menjadi artis, baik dalam skill dan mental.

Karin Dan Arafah Rianti, Artis Indonesia Cantik Berjuara 2 SUCA Indosiar

Setelah berjuang mati-matian melawan 34 peserta SUCA 3, masuk grand final, akhirnya si artis imut Karin hanya berhasil meraih Runner Up alias Juara ke-2 SUCA 3. Bila seperti itu, Karin melanjutkan tingkat kejuaraan yang pernah dialami Si artis cantik imut Arafah Rianti di SUCA 2. Selamat ya, Karin!

Keartisan Indonesia kembali menghadirkan pemain baru yang berpotensi meningkatkan daya tarik penonton. Pemain baru yang sedang populer dilirik beberapa program acara televisi atau film walaupun masih diragukan keartisannya, dalam memerankan sebuah adegan.

Aku melihat, Arafah Rianti sering terlibat sinetron atau film. Aku menilai hal itu cuma pemanis sinetron atau film lewat kehadiran Arafah Rianti. Artis baru yang sedang populer biasanya menjadi bahan untuk meningkatkan rating, padahal kualitas akting dianggap standar bahkan di bawah standar. Menurutku, Arafah masih standar dalam hal akting. Pun, Karin pun akan bernasib sama, sepertinya, dengan Arafah Rianti, yang akan terlihat film dan sinetron. Pesan untuk Karin, “Plis, jangan banyak dipenuhi tuh job. Sekolah dulu.” Nasib Karin sama seperti Arafah, sebagai pemanis atau peningkat rating film, sinetron, dan juga acara lainnya. Walaupun begitu, Karin memiliki dasar akting yang bisa diandalkan mengingat ia pernah bermain teater dan kesenian lainnya.