Mencoba Untuk Setia Untuk Arafah Rianti


Mencoba untuk setia adalah tugas utama blog “Belajar Menulis Spesial Arafah Rianti”, yang mana setia memantau Arafah. Mencoba refleksi dari program SUCA 3 yang sudah berakhir memberikan jawaban bahwa sosok Arafah tidak tergantikan di dalam pembahasan blog ini. Hadir Neneng, Karin, menurut pandanganku tidak sepadan untuk menggantikan posisi Arafah. Walaupun melebihi Arafah, tetap saja sosok Arafah tidak tergantikan. Itu masalahnya, he he. Terlepas atas kualitas stand up comedy. Penilaian sosok Arafah lebih dari sekedar pentas stand up comedy.


Ruang lingkup kehidupan Arafah Rianti yang aku ketahui memang memiliki nilai lebih daripada yang lain. Nilai lebihnya meliputi keunikan, kelucuan, kecantik-imutan, kecocokan denganku dan lain-lainnya. Bisa dibilang penilaian subjektif. Dianggap subjektif karena unsur perasaan dalam penilaian memiliki andil juga. Walaupun begitu, rill fakta bahwa aku mampu berkarya novel, desain grafis, vidio puisi, dan lain-lainnya karena kehadiran Arafah Rianti. Selain Arafah, belum mampu membangkitkan semangat berkaryaku sekalipun Neneng Risma yang lebih unggul dari Arafah. Maka dari itu, aku tetap mencoba untuk setia pada pada Arafah Rianti.

Mencoba untuk setia di sini adalah memantau keseharian Arafah Rianti yang bisa didapatkan lewat Instagram @arafahrianti. Bisa juga dilihat di Instagram temannya, yakni @ramadhanyhrp_ untuk mengetahui info Arafah bersama Ramadani. Bisa juga dari acara di televisi. Bagaimana lagi selain ini? Aku tidak ada hubungan secara rill dengan Arafah walaupun aku sempat meminta kerjasama penjualan novel dengan Arafah tetapi Arafah menolak karena “tidakjelasan” proyekku dan lainnya, ehem berbau asmara kali. Jadi, aku harus mencoba banyak setia memantau, bukan mengobrol.

Berharap buku autobiografi Arafah terbit sebagai referensi tambahan, malah itu seperti sekedar wacana saja.

Iseng banget tuh media seleb. Belum pasti bukunya terbit, vidio wawancara bersama Arafah sudah diupload. Dalam vidio, Arafah bilang, buku autobiografinya terbit sekitar bulan September. Ya, namanya juga Arafah, agak tidak jelas juga, he he... sory.

Aku tetap mencoba untuk setia padamu dan berharap bukumu terbit agar bisa dibeli dan dibaca olehku. Tetapi bagaimana? Tidak jelas, kamu, Fah. Terpaksa, aku sendiri yang menulis autobiografimu dalam bentuk novel.

Update 04 Desember: Sekarang, buku Arafah sudah siap terbit dan melakukan pre order antara 1-10 Desember dengan mendapatkan tanta tangan Arafah Rianti. Penerbitnya Mizan.

Waw, kalau seperti ini, aku tidak berkata mencoba untuk setia lagi tetapi setia banget pada Arafah. Langsung aku pesen bukunya buat dapet tanda tangan Arafah.

Mengapa aku mencoba untuk setia? Kalau dianalogikan, bisa disandingkan dengan kalimat: mencoba untuk menikahi, mencoba untuk mencintai, mencoba untuk pacaran, dan lain-lainnya.” Kira-kira paham tidak kata dari “mencoba”? Misal kamu ingin merasakan durian yang belum pernah dicoba sama sekali. Lalu kamu memakan. Nah, perkataan apa yang kamu keluarkan ketika baru saja memakan buah durian? Kamu berkata, “Wih, aku sudah mencoba memakan durian.” Betul?

Lalu apa makna aku berkata “Mencoba untuk setia” pada Arafah?

Begini, ketika kamu baru berkenalan dengan seseorang, perkataan apa yang tepat untuk seseorang itu? Apakah, “Aku akan mencoba setia untukmu” atau “Aku akan mencoba berteman denganmu”? Hal yang konyol adalah menyatakan dirinya siap atau mencoba untuk setia. Baru saja kenal, sudah berkata setia? Kenalan dulu, baru setelah itu silahkan berkata mencoba untuk setia.

Ketika aku menyatakan diri untuk mencoba untuk setia pada Arafah, hal itu karena sudah didahului perkenalanku pada arafah, perkenalan layaknya fans pada sang artis. Sudah sampai satu tahun, aku selalu memikirkan kehidupan Arafah. Sebatas itu, aku dianggap setia.

Namun ada cobaan baru yakni muncul peserta SUCA 3 yaitu Neneng Risma yang mungkin lebih bagus dalam stand up comedy dan juga cantik. Belum peserta SUCA lainnya yang benar-benar mengalahkan Arafah. Di sisi ini, aku menimbang-nimbang dan akhirnya memutuskan. Hasil keputusannya, aku mencoba untuk setia kembali pada Arafah.

Aku mencoba untuk setia pada Arafah Rianti tidak sembarangan mencoba. Bila kamu tidak suka durian, kalau mencium baunya saja sudah merasa pusing, maka kata yang tepat adalah “Jangan mencoba-coba”. Hal yang tragis adalah mencoba dengan kondisi terburuk. Masalah ini bisa terjadi dalam dunia percintaan. Sudah tahu benci, tetapi mencoba menerima hubungan. Konyol kan?

Mencoba bukan berarti tanpa logika. Ketika aku mencoba untuk setia pada Arafah, ada dasar-dasar logis mengapa aku bisa mencoba untuk setia padanya. Ketika percobaan setianya dilakukan, otomatis sudah bisa merasakan kenikmatan hasil pecobaannya.

Mencoba untuk setia pun tidak dianggap sebuah peremehan atau menganggap tidak penting. Misalkan aku berkata, “Aku ingin mencoba menikahi kamu.” Maka perkataan itu bisa dianalogikan dengan ucapan, “Aku ingin mencoba memakan durian.” Bagaimana bisa, bila aku mencoba setia pada Arafah tetapi tidak dianggap sebuah peremehan atau sebuah sikap tidak penting untuknya? Karena aku baru saja mencoba menikmati kesetiaan pada Arafah. Aku baru satu tahun setia padanya langsung diuji dengan kehadiran peserta SUCA 3 yang lebih baik dari Arafah. Potensi berpaling dari Arafah bisa saja terjadi. Namun, setelah selesai SUCA 3, aku memutuskan kembali bahwa aku mau kembali mencoba setia pada Arafah (dramatisnya seperti serius, wk wk).

Bukan mencoba-coba kesetiaan, melainkan niat kembali dalam mencoba kesetiaan setelah kegamangan akan kesetiaanku pada Arafah. Bila niat kembali untuk setia, maka kembali kepada kata “mencoba untuk setia”. Kata percobaan setia itu, bukan janji melainkan upaya untuk setia. Aku tidak berjanji agar selamanya setia. Aku punya umur yang terbatas. Walaupun bukan janji, sebuah kebodohan bila aku meninggalkan Arafah. Mencoba setia pada Arafah, karena aku tahu kenikmatan kesetiaannya apalagi sudah satu tahun setia.

Ibarat kata seperti kamu memakan durian. Ternyata setelah dirasa-rasa, kamu sedikit berbeda kondisi tubuhnya. Tubuh kamu merasa tidak enak. Ternyata, alasan tidak enak kamu setelah makan durian karena belum terbiasa. Walaupun kamu mengakui bahwa durian memang enak setelah dicoba.

Namun ada ungkapan “mencoba” tidak masuk dalam sebuah logika alias percobaannya dianggap tidak masuk akal. Mencoba yang seperti itu masuk dalam ranah perasaan. Apakah kamu pernah mendengar, “Aku ingin mencoba mencintaimu.” Bagaimana bisa, mencoba untuk mencintai? Ada lagi kata, “Aku ingin mencoba bahagia denganmu.” Bagaimana bisa? Inilah yang disebut gombalan, omong kosong. Harusnya, inti mencoba akan “sesuatu” adalah berdasarkan perasaan bukan “sesuatu perasaan” adalah inti untuk mencoba. Bila aku bahagia membahas Arafah, kenapa tidak mau bila aku tetap setia pada Arafah?

Catatan pentingnya. Setia bukanlah bentuk perasaan melainkan komitmen, pengikatan. Apa makna setiaku bila meninggalkan Arafah? Maka dari cinta, bahagia, perhatian, dan perasaan positif lainnya pada Arafah, akan muncul kesetiaan, komitmen dalam hatiku. Ya, yes lah. Kalau ujungnya kamu paham dasar dari setiaku.

Follow sumber inspirasiku dalam menulis novel: @arafahrianti

Berikut dasar-dasar logisku mencoba untuk setia pada Arafah. Dalam hal ini adalah memantau, menuliskan, membuat karya yang berhubungan dengan Arafah.

Mencoba Untuk Setia Karena Merasa Ada Hate Bersama Arafah Rianti

Baru Arafah Rianti yang dispesialkan dengan blog walau kehadiran blog juga ada pembahasan untuk mengkritisi sikap Arafah. Bahkan, aku tidak ada minat memikirkan blog untuk artis atau orang terkenal yang lain. Pernah berniat membuat blog untuk Afi Nihaya Faradisa namun ternyata gagal karena spiritku sudah difokuskan untuk Arafah.

Baru pertama juga, aku seperti seorang fans yang sangat mengidolakan si artis. Cuma aku perlu klarifikasi. Aku bukan seperti sikap seorang fans yang mengidolakan si artis. Perasaanku mengatakan, ia seperti adikku yang layak untuk diperjuangkan kesuksesannnya walaupun perjuanganku terkesan seperti butiran ipul-upil dan tidak dianggap penting oleh Arafah. Aku memandang Arafah bukan sebagai artis, komika tetapi orang biasa, adik, yang perlu dibahas dengan perasaan sayang. Karena belum menjalin komunikasi, maka aku menyebutknya “Adik Imajiner”.

Apa itu yang disebut kakak-adik imajiner? Silahkan download novel “Aku, Arafah dan Cinta Segitiga”.

Sayang? Apakah aku menyayangi Arafah? Ya, harus lah. Seorang kakak harus menyayangi adiknya walaupun getarannya berbeda dengan adik kandungku, wk wk.

Aku merasa bahagia bila berkarya untuk arafah. Aku merasa nyaman bila membahas Arafah. Aku merasa dekat walaupun kenyataannya bertentangan (kali) dengan Arafah. Kebahagiaan ini adalah jaminan aku mencoba untuk setia pada Arafah.

Mencoba Untuk Setia Demi Novel Seputar Arafah

Salah satu dasar mencoba untuk setia adalah aku sudah membuat kontrak dengan diriku sendiri agar membuat novel seputar Arafah sampai berjilid-jilid. Kebetulan perjalanan SUCA masih diperkirakan muncul sampai 5 periode/edisi sehingga karya novel pun bisa sampai beberapa edisi. Lagi pula, memang aku harus membuat novel sampai lebih dari 3 edisi.

Aku juga sudah mengatakan pada Arafah bahwa aku akan membuat novel sampai lebih dari 3 edisi/jilid. Ya, karena Arafah sudah menjadi artis, jadi tidak banyak berkomunikasi. Lagi pula, aku tidak mau berkomunikasi dan sengaja melarang Arafah untuk berkomunikasi denganku (kalau misal dia mau berkomunikasi denganku).

Jadi, bila dikatakan aku terpaksa dalam hal mencoba untuk setia pada Arafah, tetap keterpaksaan itu dijalankan. Kira-kira, bagaimana bila aku meninggalkan Arafah? Jelas, karya novel bakalan terbengkalai. Sekalipun setiaku terpaksa, tetap dijalankan. Apalagi kesetiaanku memang tulus, lebih berjalan lagi berkarya novel untuk Arafah.

Silahkan download novel “Aku, Arafah dan Cinta Segitiga” dan tunggu novel perdana edisi spesial.

download

Mencoba Untuk Setia Demi Vidio Puisi Arafah Rianti

Aku sedang memproduksi puisi-puisi yang berhubungan dengan kehidupan Arafah Rianti. Aku banyak mendownload vidio kehidupan Arafah yang sayang bila tidak digunakan untuk keperluan konten vidio puisi. Sebenarnya audio puisi. Tetapi aku memasukkan vidio Arafah sehingga menjadi vidio puisi. Walaupun begitu, tetap ada dan lebih condong ke nuansa audio puisi.

Alasan berkarya novel saja, sudah cukup sebagai dasar untuk tetap setia pada Arafah rianti. Apalagi ada proyek baru seputar puisi vidio Arafah. Tetapi, aku tidak menjamin kesetiaanku abadi ya... Tidak ada istilah abadi di dunia ini.

Contoh Vidio Puisi Spesial Arafah

Mencoba Setia Demi Desain Foto Arafah

Setiap tulisan, aku menginginkan ada desain foto yang baru yang menampilkan Arafah. Bahkan, ada desain yang benar-benar menguras waktu dan tenaga namun tetap dilakukan yaitu desain vektor. Kalau tidak ada kehadiran Arafah, sepertinya, aku tidak ada energi untuk membuat desain vektor. Vektor adalah mendesain foto asli untuk dirubah menjadi kartun atau sejenisnya dengan teknik manual. Kalau desain otomatis, untuk apa kehadiran Arafah? Jadi, aku menggoreskan tiap lekuk dengan gerakan tangan sendiri. Sebelum kehadiran Arafah, aku malas mendesain vektor. Maksudnya malas memakai foto orang lain walaupun foto aku sendiri. Entah kenapa, untuk Arafah, berkali-kali aku berhasil membuat desain vektor.


Ya sudah, begitu saja alasan, dasarku mencoba untuk setia pada arafah rianti.