Arafah Rianti, Keberuntungan Dari Sudut Rental PS


Judul : Curhatan Dari Sudut Rental PS
Penulis: Arafah Rianti
Penerbit: Pastel Books, PT. Mizan Pustaka
Cetakan : Pertama, 2017
Tebal : 128
Toko: https://mizanstore.com/curhatan_dari_sudut_rental_ps_59506_59506


Ada orang bilang bila seseorang tiba-tiba mendapatkan keberuntungan tanpa susah payah disebut ‘kejatuhan durian’. Kejatuhan durian dianggap sebuah keberuntungan walaupun kepala bengkak membentuk duri. Benarkah ada orang yang tiba-tiba beruntung? Tidak ada kecuali dalam pribadi seseorang sudah menggumpalkan angan-angan dan usaha keberuntungan. Apakah benar tidak ada?

Sesuai fisika kuantum dan hukum sebab-akibat, alam semesta iniꟷtermasuk manusiaꟷmenyatu yang saling memberikan positif dan negatif. Bila orang selalu membangun energi positif, hal positif lah yang akan diseretnya. Begitu juga sebaliknya, orang yang selalu membangun energi negatif, hal negatif lah yang akan diseretnya. Secara kasat mata, antar manusia memang tidak terlihat menyatu yang akan saling memberikan efek. Tetapi sudah banyak kasus, kondisi seseorang memiliki pengaruh langsung atau tak langsung pada orang lain. Kehadiran lmu telepati mengindikasikan ada penyatuan itu.

Tuhan akan menuruti sesuai firasat makhluknya. Bila ada orang yang tiba-tiba beruntung, pastilah ada faktor-x yang tidak terlihat mata yang mempengaruhi. Memang, keberuntungan seseorang bisa diraih dengan usaha. Namun, perlu diingat, usaha yang dilakukan bukan berarti membawa gumpalan yang diharapkan. Bisa saja karena keterpaksaan. Tetapi, usaha sedikit yang diiringi gumpalan harapan besar bisa mempengaruhi kondisi alam yang berujung meraih apa yang diharapkan. Kenapa? Orang yang berharap dan berfirasat keberhasilan jauh lebih diperhatikan Tuhan.

Begitu juga dengan Arafah Rianti, secara kasat mata, kita akan menganggap bahwa Arafah Rianti adalah sosok yang mendapatkan keberuntungan besar dengan mengandalkan skill yang masih belia. Bagaimana tidak dianggap hanya beruntung, nila ia bisa masuk Runner Up Stand Up Comedy Akadami Indosiar alias SUCA 2 di saat skill stand up-nya baru berumur 6 bulan dan seabrek kontrak-kontrak lainnya? Bukan kah secara logika dianggap mustahil?

Namun, kita jangan melihat sosok Arafah pada skala nasional terlebih dahulu dalam ajang menjuarai sesuatu. Arafah Rianti adalah sosok yang bisa dikatakan pemberani dalam berusaha mencari keberuntungan atas peluang yang ada. Kalau bahasa anak remaja, berani mencari uang jajan sendiri. Sejak masih sekolah sampai kuliah, ia sudah bermental berjuang karena sudah berjuangan eh berjualan. Kalau urusan kompetisi, ia sudah berani pentas di kafe sampai pernah menjuarai pentas stand up skala kecil. Belum lagi sosoknya yang sudah dilahirkan berbakat dan pinter. Kalau tidak pintar, mengapa IPK semester 1 mendapatkan nilai 3.75? Apakah itu bukan seorang juara walaupun Arafah sendiri merendah dengan berkata, ‘lumayan’, dalam bukunya.

Namun, faktor-x kebenuntungan tetap dibutuhkan seseorang dengan syarat ada energi yang menarik faktor-x. Dalam menilai faktor-x keberuntungan, Arafah Rianti memiliki hal itu. Kepribadian itulah yang mampu menarik keberuntungan. Hal ini sudah diamini beberapa sahabat Arafah yang menyaksikan langsung kepribadiannya.

Bila dikatakan keberuntungan datang dengan sendirinya, diri pribadi harus terlebih dahulu mengundang keberuntungan itu dengan kepribadian yang mendukungnya. Di samping kepribadian atas diri sendiri, juga kepribadian terhadap orang lain. Sikap dekat Arafah bersama Ibu menjadi nilai plus sendiri dalam meraih keberuntungan itu. Informasi menarik selalu ia sampaikan ke ibu, perjuangan dirinya selalu melibatkan untuk kepentingan ibu. Sampai ibunya pernah bernazar, “kalau masuk grand final, ibu syukuran”. Lingkungan pergaulan pun bisa jadi yang ikut mendorong meraih keberuntungan. Salah satunya adalah seorang sahabat yang rela menemani Arafah tiap kali mentas di malam hati sampai menuju SUCA 2.

Dalam buku “Curhatan Dari Sudut Rental PS”, Arafah menjelaskan tentang dirinya yang menjadi sosok perempuan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata kecuali pada mata sebelahnya lagi. Ia seorang yang bisa meramu materi stand up menjadi kelucuan tingkat nasional. Ia menjadi sosok perempuan yang menjadi bagian perubah paradigma bahwa keberuntungan tidak selalu diukur dengan seberapa keras berusaha tetapi seberapa besar energi harapan dalam dirinya untuk mengundang keberuntungan sambil dilapisi kepasrahan pada takdir.

Sayangnya, Arafah Rianti tidak menjelaskan secara detail dalam bukunya soal perjalanan yang membuahkan keberuntungan untuknya. Saya meyakini ada pembahasan panjang bermanfaat lagi bila ia mau bersedia menjelaskan lebih panjang. Hal ini menjadi alasan mengingat apa yang ditulis Arafah adalah sebuah diari yang cocok dibaca kalangan remaja. Ia sepertinya menarget kalangan remaja untuk bukunya. Di samping itu, ia seperti belum bisa menjelaskan bagaimana perjuangan perjalanan hidupnya yang menjadi bagian keberuntungannya.

Bila membaca buku Arafah Rianti untuk mencari ilmu, pengetahuan atau informasi yang mendukung karir, bisa dikatakan jalan yang salah. Hal ini bukan berarti buku Arafah Rianti tidak ada hal yang bermanfaat. Masalahnya, buku diari yang serupa dengan Arafah Rianti sudah banyak dengan nilai kualitas jauh lebih tinggi. Tetapi bila membaca buku Arafah Rianti untuk mendapatkan roh, spirit Arafah Rianti khususnya bagi kalangan remaja, bisa dikatakan jalan yang benar. Buku Arafah Rianti, bisa memberikan sprit dosis remaja dalam memasuki dunia seni dan hiburan untuk pembaca kalangan remaja karena apa yang ditulis berasal dari tangannya sendiri.

Buah karya sendiri yang membahas kita sendiri jauh lebih kuat memberikan energi untuk orang lain daripada buah karya orang lain yang membahas diri kita sendiri.

Salam!