Clara Oktavia, Tokoh Cerita Yang Bikin Rencana Berubah


Saya terpaksa merubah rencana mengenai tokoh cerita untuk novel jilid kedua. Hal ini karena kehadiran Clara Oktavia. Siapa Clara Oktavia? Ia adalah artis online (saya menyebutknya ini) di salah satu aplikasi live yakni di VoovLive Indonesia. Arafah masih ikut dan tetep ikut dalam alur cerita karena masih berkaitan aktifitas yang Clara lakukan di Voov yakni sebagai VJ (disebutnya seperti ini kalau di Voov).

Mengapa Clara Oktavia dan menyingkirkan Neneng Risma dan Karin? Sepertinya, nanti dulu pembahasannya. Badan saya lagi tidak enak menulis. Sabar menanti ya. Lebih baik dengerin dinda vj caem idola acu yang satu ini.


Kalau mau mengikuti live vj Clara, anda bisa mendatanginya lewat Id: Clara Oktavia. Clara sudah banyak ngobrol live bersama para viewers lainnya sampai membangun kedekatan. Jangan lupa give, taplove, dan share.

Lalu kenapa saya lebih memilih Clara Oktavia daripada Neneng Riswa Wulandari dan Karin plus Bintang yang sudah direncakan terlebih dahulu? Bahkan, satu orang bisa mengalahkan tokoh-tokoh lain. Bukan itu saja, tampilan blog dihadirkan bukan hanya untuk Arafah melainkan juga untuk Clara Oktavia. Ada beberapa alasan masuk akal mengapa saya memilih tokoh cerita.

1. Tokoh Cerita Clara Oktavia Salah Satu Artis Online

Istilah artis online adalah berasal dari ide saya sendiri yang berawal dari aktifitas live online, apapun jenis aplikasinya. Bisa juga disebut selebritis online tetapi saya lebih menyukai kata simpel: artis online. Bila saya mengatakan bahwa Clara Oktavia adalah salah satu artis online, hal ini untuk menyamakan dengan Arafah Rianti yang juga artis bahkan artis online juga. Bila saya memilih Clara, hal ini sebanding dengan memilih Arafah, Neneng Risma dan juga Karin.

2. Kedekatan Hubungan Bersama Clara Oktavia Jauh Lebih Diutamakan

Saya sempet mengobrol banyak di dunia live Voov bersama Clara Oktavia walaupun sebatas obrolan live, bukan pribadi (pribadi mah, au ah gelap). Hal ini bisa menjadi alasan mengesampingkan rencana tokoh cerita sebelumnya dalam pembuatan novel. Saya lebih bisa berimajinasi cerita bila sudah menyentuh langsung di kehidupan tokoh cerita yang akan dijadikan novel. Hasil obrolan-obrolan itu, saya bisa jadikan sebagai inspirasi membuat alur novel. Bahkan, sosok tokoh cerita Clara Oktavia yang berdasarkan kedekatan hubungan jauh lebih baik daripada tokoh cerita seorang Arafah Rianti yang belum sama sekali menjalin obrolan (sedihnya).

3. Clara Oktavia Adalah Sang Inspirasi Penggerak

Pada awalnya, saya kesulitan mencari sumber cerita, menulis cerita untuk kebutuhan novel kedua bila mengandalkan rencana sebelumnya. Tanpa diduga, kehadiran Clara memancarkan inspirasi. Perkenalan di dunia live Voov memang tidak direncanakan untuk pembuatan novel. Saya hanya ingin berkenalan dengan vj yang satu ini. Di tengah obrolan, kira-kira di akhir bulan Romadhon, Juni 2018, saya tiba-tiba kedatangan ide bahwa Clara adalah tokoh cerita. Awalnya saya ragu. Tetapi setelah diobrolkan rencana ini pada Clara, tiba-tiba sosok Clara benar-benar harus menjadi tokoh utama.

Waktu itu saya ada niatan mengungkapkan rencanaku membuat novel dengan tokoh cerita bersama Clara. Tiba-tiba di awal menit obrolan, Clara mengolah spageti untuk di makan. Hal ini dianggap momen yang tepat untuk mengungkapkan niatku. Luar biasa, sumber inspirasi datang lagi sehingga memudahkan saya mendapatkan judul novel yakni gabungan nama Clara dan Arafah yang diawali dengan kata spageti. Hasilnya, saya membuat novel dengan judul "Spagete Clarafah". Sengaja penyebutan spageti disalahkan menjadi spagete agar terkesan unik.

4. Clara Oktavia Saya Anggap Sebagai Dinda

Biasanya, saya memanggil Clara Oktavia sebagai Dinda atau diawali dengan Dinda. Hal ini menunjukkan sebagai sikap kedekatan hati saya pada Clara namun tidak melenceng kemana-mana deh, modus gitu. Tentu, kedekatan ini yang bisa membuat saya mudah menulis novel. Saya seperti mendapat motivasi baru yang tidak didapatkan pada Arafah Rianti. Seandainya sosok Arafah Rianti sudah tidak ada (rencananya mau ada adegan Arafah meninggal tetapi masih dipikirkan. Kasian juga, ha ha), saya masih memiliki motivasi besar menulis novel jilid ke 3, semoga. Saya memang sulit menulis novel bila tidak ada motivasi yang tepat untuk menggerakkan tangan dan pikiran dalam menulis cerita.

Makasih Dinda Clara Oktavia, semoga novel ini bisa membahagiakan Dinda. Dan ingat kata-kataku,
"Kita sukses terbang itu bukan seberapa besar atau banyak balon tapi dari seberapa sering putaran angin menerbangkan balon sampai kita terbang. Aku jadi anginmu, ceileh"

Kalau mau mengikuti live vj Clara, anda bisa mendatanginya lewat Id: Clara Oktavia. Clara sudah banyak ngobrol live bersama para viewers lainnya sampai membangun kedekatan. Jangan lupa give, taplove, dan share.