Cerita Contoh Essay Clara Oktavia dan Beasiswa S2 LPDP


Perkenalkan lagi, Clara Oktavia dan hubungannya dengan cerita contoh essay dalam beasiswa S2 LPDP. Apakah anda sudah mengenal Clara? Sepertinya, anda tidak menginginkan pembahasan perkenalan ini. Namun, karena Clara Oktavia bagian dari pembahasan ini, saya akan memperkenalkan lagi siapa Clara Oktavia. Secara singkat, Clara Oktavia adalah seorang VJ di salah satu aplikasi live yakni di Voov. Anda bisa mengunjunginya lewat Id:Clara Oktavia.


Apa pentingnya Clara Oktavia buat anda? Sepertinya, tidak ada ke-penting-an walaupun penting buat saya sendiri. Clara dianggap penting karena bagian dari pembahasan essay dan contohnya. Bila sudah mengarah pada essay, apakah anda tidak menganggap penting sosok Clara ini? Anda harus berkata jujur bahwa seseorang akan dianggap penting bila memiliki nilai. Saya tidak setuju sebuah nilai atau manfaat hanya ada pada “materi”. Padahal, nilai materi ada jika sudah hadir nilai “immateri”. Apalagi, materi kecantikan dan kegantengan mutlak kehendak Tuhan. Terus, yang jelek mau dikemanakan? Bukan begitu? Nah, bila Clara Oktavia menghadirkan manfaat berupa nilai immateri untuk pembahasan contoh essay kali ini, berarti ia dianggap penting.

Bagaimana sih contoh essay yang berangkat dari kehadiran Clara Oktavia bahkan mengarah pada beasiswa S2 LPDP? Bila sudah membahas hal teknis contoh essay, sepertinya saya tidak bisa memberikan jaminan ini. Saya bukan pakar essay. Saya hanya praktisi yang sering menulis esai dengan kualitas standar. Maka dari itu, di sini saya hanya akan membuat narasi pembahasan “cerita contoh essay Clara Oktavia untuk Beasiswa S2”. Berati, saya sudah mengecewakan anda? Terserah bila anda berpikiran seperti ini. Karena bagi yang sudah mikir, pembahasan sesuatu dengan impelentasi penulisan essay berarti sudah memberi contoh essay. Apakah anda pernah membaca novel, buku, komik dan sebagainya? Apakah sudah pernah membaca essay? Bila sudah, berarti anda sudah melihat dalam bentuk apa? Ya, betul, anda sudah melihat contoh khususnya contoh essay. Bila anda membaca tulisan saya seputar contoh essay dan Clara Oktavia, berarti anda sudah melihat bagaimana contoh essay. Setuju?

Dalam pembahasan spesial Clara Oktavia, kurang menarik dan tidak bisa menghadirkan yang baru bila saya harus menulis tips beserta contoh essay-nya. Saya hanya menghadirkan sosok Clara Oktavia yang mewarnai pembuatan dan contoh essay-nya.

Clara Mengikuti Seleksi Esai

Bagi mahasiswa sesudah tahun 2010 mungkin sudah mengenal program essay LPDP untuk beasiswa. Banyak mahasiswa mendapatkan beasiswa lewat program essay yang diadakan LPDP. Dugaan awal saya, Clara Oktavia pun mengikuti seleksi essay ini di tahun ini, 2018. Waktu itu, Clara bercerita soal hari libur yang terbebas dari segala tugas. Ia bereaksi senang. Di tengah rasa senang, Clara melemas dan mengeluh soal tugas essay yang harus diselesaikan segera sebelum tanggal 15 Juni, tepat hari Raya IdulFitri walapun diundur menjadi 21 Juni.

“Essay apa, Dinda?”

“Itu loh Kak Ubay, tugas essay buat seleksi agar kita bisa berangkat ke luar negeri.”

“Sudah pernah bikin essay?”

“Pernah sih. Cuma gak sering.”

“Berapa kata?”

“300 kata.”

“Oh, 300 mah gampang,” sombongnya saya, ha ha..

“Tapi ini berbahasa Inggris, Kak Ubay.”

“Nyerah! Aku gak sanggup, klo bahasa english.”

Obrolan contoh essay bersama Clara pun berlanjut terus dari hari pertama obrolan sampai hari berikutnya. Pertama obrolan, saya tidak bisa memahami maksud Clara soal essay. Kenapa cuma sekedar seleksi essay bisa berangkat ke luar negeri dan tanpa greget manfaat lainnya? Apakah seleksi essay ini cuma lucu-lucuan untuk mahasiswa unyu-unyu saja? Secara, saya mahasiswa lulusan tahun 2010 jadi belum tahu soal seleksi essay (atau karena saya malas cari informasi) seperti yang Clara jelaskan. Obrolan berikutnya, Clara mulai menjelaskan target yang lebih bermanfaat daripada sekedar jalan-jalan ke luar negeri yakni bisa mendapatkan beasiswa yang diadakan LPDP. Sepertinya, Clara kurang penjelasan saat pembicaraaan awal. Namun akhirnya, saya mencari mengenai LPDP ketika Clara menyebut nama ini. Ternyata, lembaga ini memang mengurusi persoalan beasiswa.

Apa sih LPDP lebih detailnya? Cari aja sendiri.

Koreksi Maksud Seleksi Essay, Lupa Kata Volunteer Conferce Energy Internasional

Setelah mem-publish contoh essay persoalan Dinda Clara pada tanggal 29 Juni dan ia membacanya, saya mendapatkan revisi darinya sekarang ini, tanggal 2 Juli. Ia menegaskan bahwa program essay tidak ada kaitannya dengan LPDP. Saya mengartikan kalau programnya lebih kepada untuk seluruh kampus yang ada jurusan yang berurusan dengan energy---dalam hal ini misalnya perminyakan, sesuai jurusan yang Dinda ambil.
Yang Clara ikutin bukan pembuatan essay syarat untuk pergi S2 LPDP. Tetapi pembuatan essay untuk pergi menjadi Volunteer Conferce Energy Internasional ke Beijing, Cina. Salah satu contoh pembuatan essay itu seperti syarat masuk beasiswa LPDP. Jadi hanya mengambil contoh seperti pembuatan essay nya saja.

Karena tidak tepat, saya merevisi dengan menambahkan sub bab revisi di sini dan perbaikan isi di pembahasanlainnya

Saya lupa kalau Dinda Clara pernah berkata Volunteer Conferce Energy Internasional. Mungkin,  ia pernah mengatakan demikian. Ya, saya menganggap kalau ia pernah mengatakan demikian namun saya melupakannya. Maklum, ingatan saya cenderung melenceng dari rel. Apalagi, kata ini berbahasa Inggris.

Walaupun pembahasan ini tidak sesuai dengan apa yang telah Clara ikuti, saya tetap membahas persoalan essay yang akan berhubungan dengan LPDP untuk mendapatkan beasiswa. Faktanya, banyak orang yang membutuhkan informasi essay LPDP juga. Jadi, sekali tepuk, dua nyamuk terkapar. Artinya, saya menghadirkan pembahasan yang mengarah pada kepentingan program yang Clara ikuti dan program LPDP. Mengapa? Karena hal ini berangkat dari sebuah seleksi essay.

Dan berharap, Dinda Clara bukan hanya mengikuti program yang berurusan dengan Conferce Energy Internasional tetapi juga beasiswa di LPDP agar bisa melanjutkan S2. Paling tidak, Dinda bisa melanjutkan ke S2 walaupun tanpa beasiswa. Mantap!

Berdiskusi Soal Contoh Essay Bersama Clara

Walaupun sering menulis essay (pemahaman ini setelah tahu pemahaman essay), saya kurang memahami persoalan essay. Sosok Clara yang membelokkan pemikiran saya agar kembali memahami soal essay di internet (walaupun sudah memiliki buku yang menjelaskan essay. Belum dibaca. Tragis). Namun sebelum kembali memahami, saya dan Clara berdiskusi kecil-kecilan di ruangan Voov Live. Clara menjelaskan pemahaman essay bahwa essay adalah karangan bebas menurut pendapat kita. Ketika saya menanyakan, apakah harus memakai referensi? Clara menjelaskan bahwa penulisan essay memang seperti contoh essay untuk LPDP. Memang penulisan harus murni berdasarkan pendapat kita pribadi, tidak seperti artikel ilmiah yang harus menyertakan bukti-bukti referensi untuk penguatan teori.

“Oh, mungkin intisari referensi dituliskan dalam bentuk essay.”

“Gak Kak Ubay, jadi berdasarkan pengalaman kita lalu dituliskan begini, begitu.”

“Oh, penulisan essay sesuai pengalaman. Tapi bagi yang miskin pengalaman, penulisannya bisa standar.”

“Ya, emang begitu, harus berdasarkan pengalaman mengenai tema yang diajukan.”

“Aku sih iyes, tapi kan ini lomba,” kata saya sebelum mengetahui bahwa ini untuk kebutuhan seleksi untuk menjadi Volunteer Conferce Energy Internasional.

Clara memang orang yang tidak mudah mengalah (dan ia mengakui tidak mau kalah, seimbang juga tidak mau, becandanya) soal pendiskusian essay ini sehingga menjelaskan bahwa karangan bebas benar-benar harus bebas dari referensi alias sumber. Saya yang kurang memahami betul makna essay--apalagi sangkut-pautnya untuk kebutuhan untuk seleksi Volunteer Conferce Energy Internasional atau LPDP--harus mengalah karena memang kurang memahaminya.

Namun sebenarnya, ucapakan saya itu sesuai apa yang dibicarakan Clara. Maksud membutuhkan referensi bila kita membahas yang membutuhkan keakuratan data seperti prosentase penduduk dan lainnya. Penulisan berdasarkan referensi perlu dihindari apalagi sedikit pendapat pribadi (semacam tulisan studi pustaka) bila untuk contoh essay untuk seleksi Volunteer Conferce Energy Internasional dan juga LPDP. Hal ini harus berangkat pada pengalaman. Sesuai pemahaman essay, tulisan harus bergaya bebas.

Penulisan berdasarkan intisari referensi juga sesuai yang dimaksud Clara. Pengalaman akan sesuatu biasanya berdasarkan referensi yang dilakukannya. Seperti, anda melakukan penulisan essay berdasarkan beberapa referensi. Dari beberapa referensi tersebut, anda meramunya dalam satu tindakan peng-amal-an penulisan yang akan menjadi ciri khas penulisan. Peng-amal-an ini membuahkan peng-alam-an. Peng-alam-an ini berangkat dari sebuah beberapa referensi yang diambil. Hasil peng-alam-an inilah yang nantinya bisa ditulis dalam bentuk essay. Karena peng-alaman-nya sudah matang, penulisan essay pun dianggap matang. Inilah contoh essay yang dimaksud yakni penulisan essay berdasarkan intisari referensi. Artinya, penulisan dari hasil pengamalan referensi yang berpengalaman.

Diskusi bersama Clara menghasilkan kesimpulan untuk kebutuhan seleksi esai di Conferce Energy Internasional dan LPDP. Kesimpulannya apa? Perbanyaklah pengalaman yang positif berdasarkan banyak referensi, barangkali hasil pengalamannya diangkat menjadi tema sebuah essay oleh suatu lembaga atau perusahaan.

Itulah contoh essay yang perlu anda perhatikan.

Essai Bantu Loncatan Clara Oktavia Menjadi S2 Magister

Bila dikatakan bahwa Clara Oktavia adalah sosok yang mandiri, saya bisa mengatakan demikian. Arti mandiri bila ada langkah awal untuk sebuah sikap. Clara sudah membangun sikap awal kemandirian, paling tidak untuk urusan perkuliahan. Ia pernah berkata kurang lebih, “Aku ingin meringankan beban orang tua, tidak mau merepotkan orang tua.”. Kemandirian berawal dari ikrar. Clara sudah melakukan ikrar kemandirian. Hal itu terbukti karena Clara pernah mengajukkan beasiswa. Syukur, ia mendapatkan beasiswa untuk beberapa semester. Karena itu, ia berkeinginan mendapatkan beasiswa kembali untuk S2. Tentunya, saya berharap Clara mengikuti seleksi essay di LPDP sebagai langkah ikhtiar mendapatkan beasisiswa S2 walaupun pernah mengikuti seleksi untuk kebutuhan kampusnya.

“Mau kuliah dimana, Dinda?”

“Intinya di luar Riau. Entah di Sumatra, pulau Jawa atau luar negeri.”

“Semoga seleksi essay bisa sebagai bantu loncatan kamu, Dinda.”

“Doakan ya Kak Ubay moga essay lolos seleksi.”

Saya sebenarnya meragukan Clara Oktavia bisa lolos seleksi untuk mendapatkan hal yang diinginkan Clara. Bukan hanya saya, Clara sendiri meragukan kelulusan dirinya sendiri. Namun saya menekankan bahwa upaya Clara sebagai bantu loncatan. Clara pun memberikan alasan, “Kapan lagi aku mengikuti seleksi essay ini?” Seperti yang sudah anda ketaui bahwa batu berukuran kecil namun bisa membantu seseorang untuk meloncati bangunan batu-bata yang tinggi seperti yang ada di Nias, Sumatra Utara.

Langkah kecil tidak selamanya menghasilkan hal kecil-kecil. Langkah kecil ketika memiliki pandangan besar, hal ini bisa menjadi langkah besar kesuksesan. Langkah kecil ini terhimpun dengan langkah-langkah kecil lainnya sehingga membesar dan mampu meloncati halangan besar.

Karena Clara Okavia meminta doa agar dia bisa S2, saya mendoakannya, semoga Clara lulus S1 dan berlanjut S2, menjadi magister. Amin

Ya, sudah, semoga cerita contoh essay bisa bermanfaat untuk Dinda Clara dan semua pembaca. Salam!