Keluarga Live Streaming Indonesia Dinda Clara Oktavia


Sebelum membahas keluarga live streaming Indonesia bersama Dinda Clara Oktavia, saya ingin menjelaskan kepada anda dan Dinda terlebih dahulu mengenai pengertian keluarga. Pengertian pembahasan ini mendasarkan diri pada pendapat Prof Agus Sunyoto, penulis Atlas Wali Songo. Berhubung saya agak lupa mengenai apa yang pernah diucapkan Agus Sunyoto, pengertian keluarga mendasarkan pada apa yang saya pahami dengan mengacu pada kata Kawula dan Wargi. Saya mendengar pemotongan kawula dan wargi berasal dari Agus Sunyoto. Kedua kata ini berasal dari kata Jawa, setahu saya. Kawula diartikan rakyat, budak, hamba. Sedangkan wargi diartikan anggota (anggota keluarga, perkumpulan dan sebagainya)ꟷsesuai definisi dari kata warga menurut KBBI dan belum tentu arti sebenarnya dari kata wargi. Hasil akhirnya, kata keluarga menjadi kata baku sendiri.


Apakah anda sudah tidak sabar ingin pembahasan Live Streaming Indonesia yang dikomandoi Dinda Clara Oktavia? Nanti dulu. Sabar. Saya belum menjelaskan mengenai pengertian keluarga yang berangkat dari kata Kawula dan Warga. Dinda juga harus sabar ya.

Lalu, apakah sama arti keluarga dan masyarakat? Merujuk pengertian keluarga di atas, pengertiannya bisa sama dengan pengertian masyarakat. Namun pengertian masyarakat lebih kepada upaya memaknai arti sebuah keluarga. Mengapa? Sesuai pendapat Agus Sunyoto yang berangkat dari sebuah sejarah Wali Songo, masyarakat berasal dari kata bahasa Arab yakni “musyarokah” atau Sirkah. Musyarokah atau sirkah dalam bahasa fikih memiliki arti “Bagi Hasil”.

Menurut pendapat saya, di era Wali Songo (terutama era Syekh Siti Jenar, sampai beliau dituduh macem-macem seperti dibunuh dewan wali songo), para kawula berkumpul, berkelompok membangun sebuah pandangan baru yang cenderung menentang perlakukan diskriminatif para gusti di kalangan istana, kerajaan atau keraton. Dari situ lah terbentuk ekonomi yang berdasarkan musyarokah alias bagi hasil. Perekonomian ini lebih mementingkan sikap kebersamaan, sama rasa-sama rata. Ini juga disebut ekonomi kekeluargaan yang sering kita dengar. Dari ekonomi menuju peradaban bersosial dan lainnya.

Sekarang, bagaimana pengertian masyarakat secara baku bahasa Indonesia? Menurut KBBI, masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.

Antara maksud masyarakat era Wali Songo dengan masyarakat menurut KBBI memang terlihat ada perbedaan. Perbedaannya terletak pada sebuah esensi dari kata masyarakat. Padahal, masyarakat berangkat dari sebuah kata bahasa Arab yakni musyarokah. Nilai kebersamaan, bagi hasil, tolong-menolong, guyub, berjamaah hilang dari pemahaman masyarakat versi KBBI dan mungkin dari pendapat lain. Dari pemahaman ini, kata keluarga jauh lebih bermakna daripada masyarakat. Padahal, keluarga adalah kumpulan para kawula sesuai pemahaman dari pemisahan kata kawula dan wargi. Sedangkan, masyarakat adalah esensi dari sebuah perkumpulan manusia.

Agar pembahasan bisa masuk dalam keluarga live streaming Indonesia, masyarakat yang terlibat dalam komunikasi kedekatan bisa dikatan sebagai “keluarga”, keluarga dalam komunitas tertentu. Artinya, masyarakat memiliki sifat, memiliki ciri seperti keluarga. Mengapa hanya sebatas sikap atau sifat seperti keluarga? Bila kita mau jujur dengan definisi baku KBBI, keluarga hanya memiliki arti hubungan sedarah atau sepernikahan. Masyarakat yang di luar garis darah, pernikahan, tentu ini bukan bagian dari keluarga.

Catatan: pembahasan di atas bisa jadi mengalami revisi jika ditemukan data baru. Pembahasannya belum matang karena sekedar untuk pembahasan awal update esai ini.

Bila Dinda dan anda sudah paham, maka bagaimanakah pembahasan keluarga live streaming Indonesia bersama Dinda Clara Oktavia? Jangan menyesal bila pembahasan mungkin kurang relevan.

Mencari Makna Keluarga Di Live Streaming Indonesia Bersama Dinda Clara Oktavia

Pada awalnya, saya tidak tertarik dengan aplikasi live streaming termasuk di Voov. Saya merasa pusing mengobrol dengan kicauan kata-kata lainnya yang dikirim orang yang satu room. Sebagai vj (istilah untuk Voov Live) pun bakalan merasa bingung menanggapi berbagai komentar. Belum lagi, saya belum menemukan makna manfaat yang ada di dalam live streamingꟷbila merujuk pada makna kekekeluargaan, maknanya bagaimana?. Karena Arafah Rianti live di Voov Indonesia, saya pun penasaran mencoba mengikuti hanya sekali di acara live tersebut. Saya benar-benar tidak melirik para vj Voov lainnya. Pada akhirnya, Arafah Rianti tidak lagi live selama berminggu-minggu. Karena sudah tidak ada harapan nonton, saya melirik vj lainnya.

Akhirnya, saya menemukan vj Clara Oktavia. “Pandangan pertama begitu menggoda,” kata orang yang sedang jatuh cinta. Tetapi maksud pandangan seperti ini bukan dalam arti yang sebenarnya. Saya langsung tertarik pada pandangan pertama karena ada sikap kedekatan dan keramahan. Saya pun langsung follow Clara Oktavia.

“Vj nya ramah tanah. Gak seperti vj sebelah.”

Kata itu yang saya sampaikan pada Dinda Clara. Mengapa? Sebelum itu menemukan vj yang jutek, tidak boleh berkata yang tidak sesuai tema. Akhirnya, saya di Cut. Ia tidak membolehkan saya ikut acara live streaming. Tragisnya, ia tidak sama sekali menjadi vj. Mungkin di cut juga. Vj junior tetapi berlagak seperti vj yang sudah senior yang tetap jutek. Saya mengadu pada Dinda Clara soal perlakukan vj terhadap follower-nya sambil mengungkapkan kalau Dinda adalah vj yang rama-tamah tetapi bukan ramah-tanah dan ramah lingkungan😀

Waktu itu, saya tidak hanya mendengarkan vj Clara Oktavia. Boleh sebut ya Dinda? Saya mengunjungi vj Mukta, Anna, Oboy, Akim, dan yang lainnya. Dari mendengarkan mereka bak presenter radio, saya mencari sisi kedekatannya.

Saya bertanya, “Dinda Clara nganggap aku gak ya?” Bertanya seperti itu karena saya masih orang baru, tidak seperti para viewers lainnya yang sudah berbulan-bulan dekat dan ngasih give cake. Setiap obrolan, saya mencari titik celah pembicaraan.

Setelah berhubungan lama, saya menentukan sisi kedekatannya. Siapa vj yang dianggap dekat dengan hati saya? Sekali lagi, saya menentukan sisi kedekatan sesuai penilaian dan kemauan hati saya. Kalau hati saya tidak mau merasa dekat, tentu hal tidak akan dianggap dekat walaupun sering ngobrol. Siapa kah orangnya yang sudah membuat saya menjatuhi hukuman kedekatan? Tidak ada yang lain kecuali jatuh pada Clara Oktavia. Tentunya, hukum drajat kedekatan berlaku pada para vj. Intinya Clara Oktavia menjadi Top VJ di hati saya.

Menurut Dinda, saya sebagai viewers top tidak nih di hati Dinda? Ehem. Kalau di Voov, top viewers itu yang sudah dianggap top memberi giv untuk Dinda. Ngaku saja lah. Kalau di alam nyata, saya bukan ya yang sebagai top viewers di hati Dinda? Cihay.

Kekeluargaan Live Streaming Indonesia Dinda Clara Oktavia Adalah Fokus Keterbatasan Percakapan

Ada sebuah logika, semakin banyak teman maka akan semakin sulit mencari kedekatan pada per temannya. Mengapa? Karena waktu terbagi-bagi untuk menjalin komunikasi ke banyak teman. Namun biasanya, teman dalam jumlah banyak itu terikat sebuah perkumpulan pergaulan sehingga bisa menjalin kedekatan bersama. Di sini tidak berlaku dalam perkumpulan kantor, sekolah, dan sejenisnya. Kalau ingin merasakan kedekatan pergaulan, tentunya bisa berlaku kalau memiliki sedikit teman. Sedikit teman bisa memiliki banyak waktu dalam berkomunikasi. Tetapi, makna kedekatan ini hanya dalam jumlah waktu percakapan. Prinsipnya, kedekatan itu ada di hati masing-masing teman. Walau demikian, sedikit teman lah yang memiliki waktu terbanyak dalam menjalin komunikasi untuk tiap temannya.

Begitu juga berlaku dalam live streaming bersama Dinda Clara. Di room Clara, saya lebih merasakan kedekatan komunikasi. Mengapa? Jangan tersinggung ya Dinda. Mengapa? Hal ini karena room Clara hanya berisi beberapa viewers aktif. Kalau menilai kedekatan berdasarkan jumlah waktu komunikasi, room Clara dianggap tepat. Masing-masing teman live mendapat jatah obrolan dari Clara.

Saya pun memberikan penyemangat, “Walaupun sepi, VJ nya tetap seru, jadi terlihat rame.”

“Ah, Kak Ubay bisa aja. Yang bikin rame itu Kak Ubay.”

Tapi, Dinda, kalau suatu saat room Dinda ramai viewers sampai agak kewalahan membacanya, kedekatan hati tetap dihadirkan. Mengapa? Tidak enak nelen banyak komentar ketika hati Dinda tidak tulus. Di situlah Dinda bisa manfaatkan belajar public speaking di depan banyak orang. Caranya, selalu memberikan tema yang bermanfaat.

Kekeluargaan Bersama Keluarga Clara Di Live Streaming Indonesia

Lebih jauh, Clara menghadirkan pandangan kekeluargaan sehingga aura seperti ini mempengaruhi live streaming Indonesia yang Clara lakukan. Kami para viewers seperti bagian dari keluarga Clara. Clara menghadirkan keluarga mulai dari adiknya, kakaknya, dan ibunya. Bahkan terdengar suara ayahnya yang seperti sedang memarahi Clara,

“Clara, udah mandi belum?”

Lalu Clara jawab, “Nanti aja.”

“Ya Allah.”

Ehem. Saya tidak sedang mengarang-ngarang nih walaupun dialognya agak lupa. Tetapi, inilah yang menjadi nilai plus room Clara.

Ibu Clara pernah terlibat dalam live streaming ketika ada yang minta resep rendang. Dengan lincah, Ibu Clara menjelaskan resep-resep membuat rendang. Aku pun ikut larut dalam komunikasi seputar resep.

“Kalau ibuku, santan pakai air.”

“Jangan pakai air, jadi santan murni hasil perasaan.”

“Maklum, rendang imitasi.”

“Ha ha, rendang imitasi.”

Belum lagi keterlibatan Caca (adik Clara) dan Ayu (kaka Clara). Beuh, nuansa live streaming bersama Dinda Clara seolah-olah sedang berada di rumah Clara. Saya merindukan suasana ini.

Kekeluargaan Live Streaming Indonesia Tak Selamanya Abadi

Mungkin, keputusan saya tidak live streaming lagi bersama Dinda Clara dianggap sudah keluar dari nilai kedekatan kekeluargaan. Ya, hal ini tidak menjadi masalah. Mengapa? Segala sesuatunya memang harus ada perpisahan walaupun saya dan Dinda tidak menginginkan. Ketika mencari makna kedekatan live streaming Indonesia bersama Dinda Clara, saya mencoba merasakan bayangan perpisahan dengan Dinda Clara. Apa hasil bayangan perpisahan ini? Seperti orang yang baru putus cinta, saya agak merasakan ini. Apakah benar? Ah, sepertinya, saya sudah lebay. Tetapi, itulah makna kalau saya sudah menemukan makna kedekatan yakni makna kekeluargaan bersama Dinda Clara.

Walaupun tidak lagi mengikuti live streaming bersama Dinda Clara lagi, saya menyibukkan bersama banyak waktu untuk mengurusi hal yang berkaitan dengan Dinda Clara, mulai dari menulis esay sampai membuat novel. Karena esai membutuhkan gambar, saya mengurusi desain grafis juga. Moga Dinda tetap mengizinkan saya memberikan karya yang akan dipersembahkan untuk Dinda Clara.

Walaupun tidak lagi mengikuti live streaming karena memiliki alasan ingin memberikan hal spesial untuk Dinda, saya meninggalkan dua kata mutiara, “Tetap semangat, tebarkan manfaat.” Saya berharap, live streaming Dinda selalu menghadirkan kesemangatan dan kebermanfaatan. Karena dua itulah yang membuat para viewers, khususnya saya, bisa mengenali Dinda dengan kaca mata hati di live streaming Indonesia.

Suatu saat, saya akan kembali menemani Dinda walaupun mungkin dengan warna komunikasi yang berbeda. Walaupun berbeda, Dinda Clara Oktavia tetap satu wujud dari dulu, 😂 ngakak