Nasehat Putus Cinta Dinda Clara Oktavia Di Voov Live


Sebelum membahas nasehat putus cinta dari Dinda Clara Oktavia saat aktifitas rutinnya di Voov Live, saya ingin memberi tahu pada pembaca khususnya pada idola saya, Dinda Clara Oktavia. Saya ingin memberi tahu kalau kemaren, tepatnya 7 Juli, adik kedua saya menikah. Sekarang, tanggal 8, acara ngunduh, download mantu di rumah saya. Cek foto. Dinda mau mengucapkan selamat tidak buat adik saya? Kalau mau, ucapkan selamat dalam hati saja dengan butir-butir kata doa. Nanti saya yang membalas pengucapan selamat pernikahan untuk Dinda dengan doa juga.


Bagaimana dengan saya? Saya sendiri dan adik pertama saya belum menikah. Alasan saya belum menikah karena memiliki kondisi fisik yang sepertinya mirip orang lumpuh. Teori yang saya ambil adalah, “semakin rutin fisik mendapat tekanan aktifitas, fisik semakin drop”. Padahal, teori umum yang bisa dipakai adalah “semakin rutin fisik mendapat tekanan aktifitas, fisik makin kuat, makin terbiasa.” Dokter mendiagnosa saya dan menyimpulkan bahwa saya punya “bakat” kekurangan kalium. Bakat? Kali sepak bola, ha ha. Padahal, kekurangan kalium bisa diatasi dengan banyak makan pisang. Tetapi karena punya bakat kekurangan kalium, upaya saya seperti tidak ada perubahan.

Gara-gara itu, saya tidak bisa memperjuangkan apa yang disebut “jodoh”. Maksudnya, saya tidak bisa mengupayakan menjalin hubungan dengan serius sampai berujung perpisahan. Tetapi, kalau menjelaskan lebih panjang kisah-kasih ini, kapan aku menjelaskan tentang nasehat putus cinta dari Dinda Clara? Lebih baik lupakan ini.

Tentu saya menanggih janji, apakah Dinda sudah mengucapkan selamat dan kalimat butir-butir doa untuk adik saya yang baru saja menikah?

Setelah itu, saya akan berfokus membahas cinta dan serta nasehat putus cinta dari Dinda Clara.

Mengapa membahas cinta lagi bukan tips menulis? Saya perlu luruskan. Pembahasan setelah ini, bila ada tulisan yang terkesan tidak menyambung dengan pembahasan menulis maka sebenarnya menyambung dengan pembahasan menulis. Mengapa? Menulis essay seputar Clara Oktavia memang bagian dari mempelajari alur, karakter dan juga muatan pesan yang akan dituangkan dalam novel. Langkah seperti ini memudahkan saya dalam menulis novel. Di sini, anda bisa mengambil intisarinya.

Room Voov Live Bersama Dinda Clara Oktavia Penuh Cinta

Sebelum membahas nasehat putus cinta dari Dinda Clara, saya ingin menjelaskan pembahasan cinta di dalam room voov live Dinda Clara. Pembahasan ini penting diangkat agar Dinda Clara paham juga bahwa di dalam room Dinda penuh dengan cinta. Mengapa Dinda Clara perlu paham bahwa di dalam room-nya penuh cinta? Barangkali Dinda tidak menyadari telah memberikan banyak cinta untuk para viewers-nya. Kan kacau kalau Dinda tidak memahami masalah ini di saat Dinda sudah memberikan nasehat seputar putus cinta.

“Helo, apa kabar my viewers tercinta,” sapaan Dinda mengekpresikan kecintaan dengan dibaluti senyuman khasnya yang belum sempet saya lupakan.

Tuh, kan, Dinda sudah memberikan cinta sepenuh hati? Kalau sudah dianggap “tercinta” berarti sudah puncak kecintaan. Cieh. Apakah Dinda sudah menyadari hal ini? Kalau sudah sadar, silahkan tersenyum sampai tertawa dan memukul tangan “plak” yang sering Dinda lakukan. Tentunya, saya pun mengucapkan banyak terimakasih atas pemberian cintanya. Saya termasuk viewers tercinta Dinda bukan? Termasuk dong walaupun tidak lagi menjadi viewers Dinda lagi untuk sementara.

Dan aku membalas pemberian itu, “Halo juga, my idola tercinta.”

Tetapi, pembahasan di atas hanya intermezo saja. Sengaja agar Dinda menyadari hal itu dan sadar mendapat balasan juga dari saya walaupun pengucapannya dalam hati.

Entah kenapa, room voov live Dinda Clara penuh cinta padahal suguhan live streaming begitu-begitu saja. Ups. Maksudnya live steaming Clara Oktavia begitu kocak, begitu manis, begitu bermanfaat, begitu ekpresif, dan begitu menampilkan aura kedekatan walaupun tidak menerima jalur privasi, ha ha.

Obrolan Gombalan Cinta Bersama Dinda Clara Oktavia

Apakah benar obrolan gombalan cinta ada di room Dinda Clara Oktavia? Sepertinya, dugaan saya salah. Biasanya obrolan gombalan cinta adalah obrolan yang diberikan para viewers kepada vj-nya. Banyak gombalan viewers diberikan kepada vj. Tentunya, seorang vj harus memiliki standar “cantik”. Sepertinya, ini diskriminatif. Tetapi, saya tega juga kalau mengatakan ‘tidak cantik’ pada Dinda Clara. Kasihan kan? Dinda sudah rela maskeran saat live kok masih belum dianggap “cantik”? Tentunya, Dinda masih dalam standar cantik. Kalau cantik, apakah pantas mendapat obrolan gombalan cinta?

Terlepas Dinda Clara cantik atau tidak, ia tetap menghadirkan aura kecantikan sehingga tidak lepas dari obrolan gombalan cinta dari para viwers. Ia menghadirkan kecantikan dari hatinya. Sebagai pakar psikologi (pakar dari hongking?), saya mengetahui sikap Dinda Clara seperti ini. Karena menghadirkan kecantikan dari dalam hatinya, obrolan gombalan tidak terlihat over. Berbeda bila vj-nya menghadirkan kecantikan wajah yang “aduhai”, saya melihat obrolannya cenderung lebih kepada “upaya” memikat walaupun ada yang bercanda.

Obrolan gombalan cinta bersama Dinda Clara Oktavia lebih kepada warna-warni room yang penuh cinta. Tentunya, cinta persahabatan yang bisa mempengaruhi kesemangatan dan kebermanfaatan.

Karena sekedar obrolan cinta bersama Dinda Clara yang memiliki aura kecantikan, para viewer seharusnya jangan baper. Hal ini pun diutarakan oleh Akim Elbadawi, Voov Vj, bahwa syarat aktif di voov atau live streaming adalah “jangan baper”. Dinda berkata, “Halo my viwersku tercinta” adalah tanda bahwa Clara Oktavia memiliki aura kecantikan. Hal ini belum pernah diucapkan para vj lain yang saya ketahui.

Lalu bagaimna bila ada viewers yang baper sampai menempuh jalur private untuk menyatakan rasa cinta dan ternyata ditolak mentah-mentah oleh Dinda Clara? Bila seperti itu, Dinda Clara punya tips untuk mengatasi putus cinta bahkan lebih dari putus yakni “ditolak”. Sabar, sabar ya viewers, Dinda Clara tidak setega itu. Walaupun Dinda Clara menolak cinta viewers baper, ia tetep berbaik hati memberikan yang terbaik, menurut pendapat saya. Mengapa memberikan yang terbaik? Karena Dinda sudah punya tips ampuhnya mengenai putus cinta, cinta ditolak. Benarkah ampuh? Mene ketehe. Ini pembahasan asumsi saya saja. Betul kan Dinda?

Nasehat Putus Cinta Dari Clara Oktavia Untuk Para Viewers Baper

Dalam room voov Dinda Clara, saya sering memancingnya untuk mengadakan diskusi kecil dan ringan sekedar memberikan kemanfaatan. Termasuk soal putus cinta.

“Menurut Dinda, gimana cara mengatasi putus cinta?”

“Ya udah lah ya, yang udah putus ya udah. Ikhlasin saja. Gak usah dipikirin,” jawaban Clara tanpa beban.

“Ikhlas?”

“Iya, ikhlas. Ngapain mengharapkan yang sudah gak ada, sudah pisah.”

“Pembahasan simpel tapi tingkat tinggi.”

“Ha ha... Kok tingkat tinggi?”

“Iya, karena kalau ikhlas berarti sudah tingkatan tinggi. Karena sudah mengikat diri dalam takdir.”

“Iya betul, Kak Ubay.”

Tuh, nasehat Dinda Clara begitu pamungkas, begitu tingkat tinggi bukan? Memangnya, selain ikhlas, apa lagi yang perlu dilakukan kalau sudah putus? Putus ya sudah ikhlaskan saja. Tetapi, walaupun putus, ikhtiar menyambung kembali bisa dilakukan bila memang ada kebolehan melakukan. Ikhlas di sini adalah anda menerima kenyataan bahwa cintanya putus dengan kekasih atau cintanya ditolak. Adapun ikhtiar kembali, hal ini tidak menghapus nilai ikhlas.

Kalau sudah ikhlas jawabannya, mengapa saya dan Dinda perlu menjelaskan panjang? Tidak ada alasan bukan? Kalau ingin panjang, bisa membaca buku yang membahas tentang keikhlasan.

Lalu pertanyaannya, apakah ada viewers yang sudah baper? Menurut pengamatan saya, tidak ada viewers yang baper. Kecuali Dinda yang tahu, ha ha... semoga, Dinda tetap eksis kuota internet menjadi vj sebagai upaya menjadi pembicara terbaik. Urusan jodoh, biarlah berjalan sesuai waktunya. Siapa tahu, justru Dinda yang baper ama salah satu viewers, he he. Becanda.