Contoh Resensi Buku Ala Fans Sejati Arafah Rianti


Bagaimana sih contoh resensi buku ala penggemar artis Arafah Rianti? Blog Belajar Menulis Spesial Arafah Rianti akan menghadirkan pembahasan seputar pengertian resensi buku sampai dengan contohnya yang berdasarkan cara pandang penggemar pada si artis yang sudah memiliki buku yakni Arafah Rianti. Ya, anda tidak salah membaca. Sekarang, Arafah Rianti sudah menerbitkan 1 buku dengan judul memakai namanya, Arafah Rianti.

Saya sangat bersyukur bila Arafah Rianti berhasil menerbitkan buku walaupun berlangsung di bulan Desember 2017. Menurut informasi dari Arafah sendiri, seharusnya buku sudah terbit sekitar September atau Oktober. Tetapi mungkin menunggu momen yang tepat yakni tahun baru, akhirnya buku Arafah baru diterbitkan bulan Desember ini dengan melakukan pre order terlebih dahulu. Mengapa saya bersyukur atas terbitnya buku Arafah? Sebagai fans sejati, ceilehꟷpecinta Arafah maksudnyaꟷtentu seneng dong bila melihat idolanya lebih terlihat berkualitas lagi atas sosoknya yang diragukan kualitasnya. Tragis! Di samping itu, ada kebutuhan penting untuk pembuatan novel. Saya sempet mengeluhkan atas informasi kehidupan Arafah pada Arafah lewat media Line. Saya berkata tentang kekurangan informasinya untuk kebutuhan pembuatan novel.

Bagaimana isi buku Arafah Rianti? Saya sendiri belum membaca bukunya mengingat masih melakukan “Pre Order” yakni 1-10 Desember 2017 walaupun sekarang sudah tutup. Kebetulan saya langsung order sejak mengetahui ada informasi tersebut. Namun pengiriman buku dilakukan di tanggal sektar 18 Desember menurut informasi dari pihak Mizanstore. Karena belum mengetahui isi buku Arafah, saya hanya mengulas bagaimana pemahaman resensi buku, contoh resensi buku dan kaitannya dengan fans sejati Arafah. Jadi, untuk pembuatan resensi buku Arafah Rianti ditulis di pembahasan yang berbeda.

Update 26 Desember 2017: Buku Arafah Rianti sudah tersebar di Gramedia.


Sudah tahu soal Arafah Rianti? Bila belum tahu, cek ig @arafahrianti

Bagaimana contoh resensi buku ala fans sejati arafah rianti? Untuk contoh resensi buku, saya akan menempatkannya di pembahasan akhir. Di sini, saya terlebih dahulu membahas pengertian resensi buku yang kemudian dilanjutkan pada cara simpel membuat resensi buku.

Sebenarnya saya belum berhak menulis seputar tips menulis resensi buku mengingat belum pernah melakukan resensi. Lucu kan bila membahas resensi? Namun penjelasan saya yang kurang bermutu tidak melepaskan diri pada buku pakar resensi. Di sini, pembahasan resensi buku berdasarkan panduan resensi dari pakar resensi atau biasa disebut raja resensi yakni N. Mursidi yang karya resensinya telah di muat di banyak media cetak nasional atau lokal.

Berikut penjelasan sederhana mengenai resensi buku dan juga contoh atasnya yang bisa anda pahami dan kembangkan.

Pengertian Resensi Buku

Apa itu resensi? Apa itu review? Pengertian resensi lebih simpelnya adalah pembicaraan atas sebuah karya dalam rangka penilaian atau penimbangan. Bagaimana dengan pengertian review (Inggris)? Bila dikatakan resensi sama dengan review, karena perbedaan itu hanya persoalan bahasa saja yang pada intinya memiliki pemahaman yang sama. Resensi sudah menjadi bahasa serapan yang berasal dari kata recensere (Latin) atau recensie (Inggris).

Pada dasarnya, resensi tidak hanya berlaku untuk buku. Bisa juga untuk karya sastra atau yang sudah berbentuk visual yakni film. Bahkan musik, komik dan berbagai karya manusia bisa diresensi. Namun lebih familiar bila resensi berkaitan dengan buku alias resensi buku.

Walaupun resensi dan review memiliki makna yang sama, tetapi penggunaan katanya ada berbedaan sesuai kebiasaan penulisan. Kebanyakan kata ‘resensi’ lebih kepada penulisan atas penilaian buku yang mencakup kekurangan dan kelebihan. Sedangkan untuk kata ‘review’ sendiri sepertinya hanya berlaku untuk kepentinga dunia bisnis atau jasa.

Menulis Resensi Buku Ala Fans Sejati Arafah Rianti

Mungkin pembahasan ini yang ditunggu-tunggu Anda. Namun, anda jangan kecewa bila pembahasan ini tidak memenuhi untuk kepuasan Anda. Yang jelas, saya merasa puas membahas ini. Mengapa saya puas? Karena saya berhasil membahagiakan Arafah Rianti dengan ikut serta mempopulerkan bukunya. Ya iya lah, saya kan fans sejati Arafah Rianti. Bila anda sudah tahu bahwa saya adalah fans sejati Arafah, secara otomatis anda paham bagaimana sih contoh menulis resensi ala fans sejati Arafah rianti? Ya, anda tidak salah dugaan. Menulis resensi ini ala saya sendiri.

Sebelum Arafah Rianti menerbitkan sebuah buku, saya sudah mengenal Arafah lewat berbagai informasi yang tersebar di media online. Artinya apa? Ketika berusaha meresensi sebuah buku yang diterbitkan Arafah, saya sudah memiliki referensi lain dari kehidupan Arafah Rianti. Bisa untuk mempermudah menulis resensi buku atau sebagai penambah kalimat dari referensi lain.

Seperti yang dijelaskan dalam buku “Tips Meresensi Buku di Koran”, N.Mursidi menjelaskan bahwa mengulas buku tidak melulu persoalan isi buku melainkan ada pengutipan-pengutipan kalimat dari referensi lain selain dari buku yang diresensi. Jelas, kisah rill Arafah yang sudah saya kenal bisa dijadikan referensi. Hal ini karena isi buku Arafah Rianti tidak menggambarkan detail kehidupan Arafah.

Contoh gampangnya untuk memahami resensi buku ala penggemar Arafah adalah anda meresensi buku guru Anda sendiri. Katakanlah belajar sama Pak N.Mursidi soal teknik menulis resensi buku dan teknik menulis lainnya. Anda belajar pada Pak N.Mursidi yang didampingi Tips Meresensi Buku di Koran karya Tips Pak N.Mursidi. Di samping membaca buku tersebut, anda pun dibimbing lebih mendalam oleh Pak N.Mursidi, lebih dari sekedar yang ada di buku. Ketika anda melakukan peresensian ini, anda akan dimudahkan membahas karena sudah mampu menangkap gambaran besar sebuah buku. Di damping itu, bimbingan Pak N.Mursidi yang di luar buku bisa sebagai pengutipan untuk memperkuat resensi.

Tetap Butuh Membaca Buku Arafah Rianti Untuk Resensi Buku

Buku autobiografi adalah buku yang membahas soal kehidupan rill seseorang yang penulisnya adalah seseorang yang sedang diceritakan. Dalam hal ini Arafah Rianti menulis seputar kehidupan Arafah itu sendiri. Ya, buku Arafah Rianti yang sudah terbit adalah buku autobiografi. Jadi, buku itu bukan berjenis biografi karena penulisnya bukan orang lain.

Bagi teman yang sudah mengenal Arafah, mungkin akan meremehkan membaca sebuah buku autobiografi yang membahas kehidupan Arafah. Alasannya, karena si teman sudah mengenal baik dengan Arafah sehingga tahu bagaimana dan seperti apa Arafah. Padahal, buku memiliki misi sendiri yang bisa jadi ada makna lain dari kehidupan rill seseorang. Misi itu bisa berupa pelajaran, bahasa batin dan lainnya. Ketika meresensi sebuah buku Arafah Rianti, tetap akan memiliki kesulitan tersendiri mengingat buku yang diresensi belum dibaca walaupun sudah mengetahui kehidupan rill Arafah.

Begitu juga dengan saya yang sedikit mengetahui kehidupan Arafah, tetap akan membaca terlebih dahulu buku Arafah sebelum membuat resensi buku. Maka dari itu, ketika ada pre order, saya langsung membeli buku. Di samping kebutuhan untuk cerita novel, pembelian buku Arafah Rianti juga untuk meresensi bukunya, sekedar sedikit membantu penjualan.

Aktifitas pembacaan buku mutlak diperlukan dalam peresensian buku. Bagaimana mau melakukan resensi buku bila belum membaca buku secara tuntas? Apakah bisa meresensi tanpa membaca buku? Mustahil. Membaca buku harus dilakukan. Bila anda hanya membaca daftar isi, pertanda sudah membaca. Apa sih maksud membaca? Bila ingin resensi buku lebih berkualitas lagi dan lebih sesuai dengan tujuan buku, tentunya wajib membaca buku.

Sulit Meresensi Karena Harus Paham dan Hafal Seluruh Isi Buku?

Apakah harus faham dan paham di seluruh isi buku? Tidak harus paham karena terpenting bisa mengetahui tujuan dan gambaran besar buku. Contoh dalam hal ini adalah buku Arafah Rianti. Maka dalam buku tersebut, Arafah memiliki tujuan apa? Nah, tujuan itu akan dilengkapi kerangka pembahasan yang dijadikan sebagai gambaran besar sebuah buku. Ada judul, sub judul, halaman pembuka, pengantar dan lainnya. Dengan mengacu pada tujuan dan gambaran besar buku Arafah Rianti maka penulis akan dengan mudah meresensi untuk sekedar penilaian atas buku.

Namun patut diperhatikan, seperti yang sudah umum terjadi ꟷdan ini diamini Bambang Trim dalam buku 200+Solusi Editing Naskah dan Penerbitanꟷbahwa buku yang berjenis buku memiliki nilai khusus, spesifik yakni pembahsan yang ada di buku bisa untuk disimpulkan, juga bermaksud memiliki tujuan yang akan didapatkan pembaca. Bila buku tidak memiliki itu, sulit sekali untuk melakukan peresensian atas buku.

Contoh buku yang bukan berjenis buku adalah kumpulan cerpen, puisi atau lainnya yang sulit untuk melakukan penyimpulan sebuah tulisan. Walaupun di cetak dalam bentuk buku, tetap bukan dikatakan esensi buku. Efeknya, jelas sulit meresensinya.

Selebihnya hanya persoalan keterampilan penulisan. Semakin sering meresensi buku, tentu semakin mudah.

Bagaimana Contoh Resensi Dalam Suguhan Tulisan Kelebihan Dan Kekurangan Buku?

Di sini banyak penulis resensi pemula terjebak. Di sini, anda jangan sebagai pakar penulisan dan pakar di bidang tertentu yang dibahas dalam buku. Anggap saja, anda adalah karyawan yang selalu menunjung nilai positif dan berusaha menjaga namabaik perusahaan. Kecuali, resensi buku anda sendiri, terserah. Bagaimanapun, penulis buku memiliki rasa yang bisa kesel atas ulah peresensi buku. Hal itu karena berkaitan dengan nilai minat pembaca akan buku yang diresensi.

Dalam masalah membahas kelebihan buku, harus menjelaskan sesuai fakta yang ada. Resensi adalah kejujuran. Bila memang tidak ada kelebihan dari buku yang lain, ungkap saja seadanya dengan memakai bahasa yang bisa memikat pembaca. Dalam menilai kekurangan buku, jangan sekali-kali nampak menjelaskan kekurangan. Artinya, ada sub judul tersendiri untuk membahas kekurangan. Padahal, para senior dalam resensi terlihat halus menjelaskan kekurangan.

Di sini akan menjelaskan contoh resensi buku menjelaskan kelebihan dan kekurangan.

Judul : Orang Jawa Jadi Teroris
Penulis: M. Bambang Pranowo
Penerbit: Pustaka Alvabet dan LaKIP
Cetakan : Pertama, 2011
Tebal : xliii + 300 halaman
Harga : Rp. 49.000,-

Kelebihan
Secara umum. buku ini coba menjawab persoalan terorisme dalam Islam dan mengapa terorisme tumbuh dan berkembang di Indonesia, bahkan di Jawa. Padahal, orang Jawa dan Indonesia itu dikenal ramah, penuh toleransi, dan berbudaya adi luhung. Uniknya, fenomena itu dikupas penulis dengan sudut pandang sosial dan budaya (Jawa). Inilah yang menarik dari buku ini.

Kekurangan
Tapi, karena buku ini adalah buku bunga rampai (dari artikel penulis yang tersebar di berbagai media masaa sejak tahun 1990an sampai sekarang) tak salah jika buku ini memiliki tema luas meliputi tema terorisme, masalah agama, spiritual, problem sosial dan budaya bahkan ada beberapa tulisan dalam buku ini kadang tak saling terkait. Itu lantaran sebagian tulisan dalam bunga rampai ini ditulis dalam konteks waktu tertentu dan juga dalam kasus yang kebetulan mencuat saat tulisan itu ditulis.

Nah, itulah contoh resensi buku yang membahas kekurangan dan kelebihan. Khusus masalah kekurangan, maka teknik penulisan lembut harus dipikirkan. Biarkan bahasa penulisan indah dan enak dibaca menjadi selimut tersendiri atas pembahasan kekurangan buku.

Sumber: http://etalasebuku.blogspot[.]co.id/2011/10/terorisme-dan-karakter-orang-jawa.html

Contoh Resensi Buku Menantang Penulis Buku

Saya mengangkat topi untuk Arafah Rianti yang berhasil menerbitkan buku. Bila seperti itu, sudah seharusnya si penulis buku pun bisa meresensi bukunya. Apakah Arafah bisa, dek? Harapan saya, Arafah bisa meresensi buku karyanya sendiri. Namun patut diakui, penulis buku belum tentu bisa meresensi buku karyanya. Ini hal yang banyak terjadi. Tetapi praktisi resensis buku, sudah bisa dipastikan bisa menulis buku.

Hal ini pun diamini oleh pakar menulis resensi buku, N.Mursidi dalam buku yang sama, “... Bagi saya, menulis resensi buku itu adalah jalan untuk menjadi penulis buku. Setelah sering meresensi buku, peresensi bisa tahu banyak tentang dunia buku.” Bahkan ia mengakui pernah menulis buku karena ditawari oleh penerbit karena efek kepiawayannya meresensi buku.

Bagaimana, Arafah, mau meresensi bukumu? Hi hi...

Beginilah contoh resensi buku yang bisa menantang penulis bukunya. Kemungkinan, contoh resensi di bawah adalah karya N.Mursidi atas bukunya sendiri.

Judul : Tip Sukses Meresensi Buku di Koran
Penulis : N. Mursidi
Penerbit : Elex Media Komputindo,
ISBN : 9786020277912
Cetakan : Pertama, Maret 2016
Tebal buku : 256 halaman
Harga : Rp 59.800.00

Sebagian orang tahu bahwa menulis di koran --di rubrik opini, cerita pendek, esai, puisi bahkan resensi buku— itu bisa mendatangkan uang (atau honor). Bahkan jika ditekuni, aktivitas menulis di koran itu bisa menjadi sumber penghasilan yang lumayan. Tetapi tidak semua orang, terlebih bagi penulis pemula, tahu bahwa honor menulis resensi buku itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menulis opini, cerita pendek, puisi atau esai.

Sebab menulis resensi buku di media massa itu bisa mendapatkan honor dari berbagai pintu; dari koran, ditambah dari penerbit, dan jika beruntung bisa mendapatkan dari institusi (seperti kampus). Bahkan, kalau penulis buku yang kebetulan bukunya diresensi itu tidak pelit, masih menambah lagi honor. Jadi, peresensi itu bisa mendapatkan “honor ganda” --atau bisa disebut honor yang berlipat-lipat.

Ironisnya, honor yang berlipat-lipat bagi penulis resensi buku itu tidak banyak diketahui orang. Rahasia untuk mendapatkan honor berlipat-lipat itulah yang ingin dikuak penulis dalam buku ini. Selain berisi tip menulis resensi di koran, buku ini dilengkapi dengan pengalaman dan kisah sukses penulis yang bisa menjadi “obor” atau spirit bagi pembaca untuk mendulang uang dari lembaran koran.

Lebih jauh lagi, buku ini mengajak pembaca meniti “impian” dalam meraih masa depan yang dimulai dari meresensi buku; sebagai jalan untuk menjadi editor, wartawan, penulis buku, atau pembicara --di radio, pelatihan kepenulisan dan televisi.

Sumber: http://etalasebuku.blogspot[.]co.id/2016/04/tips-sukses-meresensi-buku-di-koran.html

Tetapi kok, contoh resensi buku di atas terkesan kurang serius ya? Ah, bagaimana Pak N.Mursidi? Apakah bukan milik Anda, Pak?

Ya sudah, bila Anda mau melakukan peresensi buku atas buku milik Arafah Rianti, silahkan saja, bebas. Boleh ya? Boleh. Asal beli dulu bukunya, he he.